BangkaPos/

Menguak Kisah Bus Legendaris nan Sarat Kenangan Pownis dan Sabang Jaya

Generasi 80an Pulau Bangka tentu masih ingat bus kayu legendaris yang melayani angkutan penumpang antar kota

Menguak Kisah Bus Legendaris nan Sarat Kenangan Pownis dan Sabang Jaya
Bangkapos.com
Bangkai bus PO Sabang Jaya yang dimiliki Lie Po Sang di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. 

Tak jarang juga, pownis miliknya disewa khusus pelancong dari Jakarta. Mereka ingin merasakan sensasi menumpang pownis seperti tahun 80-an.

"Banyak juga yang menawar pownis ini, saya tidak mau jual. Ini kenang-kenangan dari bos saya. Banyak juga yang mengubahnya jadi truk, saya tidak mau. Dari pownis inilah saya menafkahi keluarga," ucap pria tiga orang anak dan empat cucu ini.

Di tempat lain, Sudiono alias Yono (52) hanya dapat menunjukkan foto bis kayu, yang pernah menjadi andalannya mencari nafkah, Rabu (19/12/2012).

Ditemui di rumahnya kawasan Kampung Cenderawasih Kelurahan Srimenanti, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Yono mengungkapkan kenangan masa lalu bis kayu yang akrab disebut Pownis (Persatuan Oto-oto Warga Negara Indonesia).

"Tahun 82 saya mulai jadi sopir Pownis. Sebenarnya, Pownis milik warga keturunan China. Karena zaman itu, sekitar tahun 60-an tidak boleh ada embel-embel asing maka dibuatlah namanya Pownis," terang Yono Pownis sapaan khas Sudiono saat masih aktif menjadi sopir kepada Bangkapos.com.

Bis pownis merupakan kendaraan biasa berbahan bakar bensin atau solar, keluaran Daihatsu, GMC dan sebagainya.

Sampai tahun 2000, pownis masih banyak berkeliaran melayani jurusan Sungailiat-Pangkalpinang.

"Saya bawa pownis nomor 9," ucapnya.

Pada masa-masa jayanya, jumlah pownis berjumlah 53 unit. Penumpangnya membludak, sehingga harus dibuat antrean berdasarkan nomor lambung mobil.

"Kami dulu berebutan nunggu Pownis 9 Bang Yono kalau mau ke Baturusa dari Sungailiat. Memang dia kesayangan anak-anak sekolah, Pownis-nya bersih dan ramah. Kini entah hilang kemana," ungkap Alham (30), warga Sungailiat mengenang cerita Pownis tahun 90-an.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help