BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak

'Papa Tolong Aura Diikat, Mama Sudah Mati', Kata Terakhir Aura Sebelum Dibunuh Paman Sendiri

Masih terngiang di benak Akong ketika putri kecilnya meminta pertolongan, sebelum akhirnya merenggang nyawa

'Papa Tolong Aura Diikat, Mama Sudah Mati', Kata Terakhir Aura Sebelum Dibunuh Paman Sendiri
Bangkapos/Fery Laskari
Terdakwa Aliong, pembunuh sadis ibu dan anak saa sidang didampingi Pengacaranya (PH), Jailani. 

Untungnya kata Akong, kasus ini berhasil dibongkar polisi. Pelaku penculikan ternyata adalah Aliong, kakak sepupunya sendiri.

"Padahal selama ini saya selalu bantu dia (Aliong) kalau sedang dapat rejeki. Tapi ternyata begini balasannya. Makanya kami sekeluarga minta Aliong dihukum mati," tegas Akong.

Baca: Tertarik Bentuknya yang Putih, Payudara Wanita Jepang Ini Diremas Secara Bergiliran Suku Ini

Soal reputasi Aliong si kakak sepupunya itu, menurut Akong, sangat buruk. Sifat atau perangai Aliong, sudah dia kenali sejak dulu.

"Aliong ini memang licik. Orangtunya saja di Desa Rebo pernah dikapaknya (dilukai pakai kapak). Memang Aliong itu sadis orangnya," kenang Akong..

Lalu mengenai keterangan Aliong di persidangan yang baru saja didengar Akong, Selasa (2/5), diyakininya sebagian merupakan kebohongan.

Di persidangan, Terdakwa Aliong mengaku hanya membunuh dan tidak memperkosa atau cabuli korban.

Padahal dari hasil visum dokter menyatakan ditemukan luka robek di kemaluan korban (Aura).

"Dia itu (Aliong) suka membalik-balikan fakta. Hasil visum jelas ada robekan (di kemaluan korban), tapi dia (Aliong) tidak juga ngaku (memperkosa/cabul). Orang itu (Aliong) memang licik," katanya.

Akong memastikan, Aliong pernah beberapa kali bermasalah, ketika di Bangka, Jakarta dan Kalimantan. Kakak sepupunya itu sering berulah pada orang lain.

Halaman
1234
Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help