Inflasi Kota Pangkalpinang Tertinggi di Seluruh Indonesia, Ternyata Ini Jadi Penyebabnya

Inflasi di Bangka Belitung sebesar 6,75 persen ternyata menjadi sorotan nasional karena inflasi nasional 3,02 persen pada Desember 2016.

Inflasi Kota Pangkalpinang Tertinggi di Seluruh Indonesia, Ternyata Ini Jadi Penyebabnya
bangkapos.com/rusaidah
Kepala Biro Ekonomi Babel, Ahmad Yani didampingi Kepala Unit Bank Indonesia Perwakilan Babel, Sudarta saat memberikan sambutan saat acara Capacity Buiding untuk Wartawan Ekonomi di Ballroom Nagoya Hill, Batam, Kamis (4/5/2017).‎ 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Rusaidah

BANGKAPOS.COM, BATAM - Inflasi di Bangka Belitung sebesar 6,75 persen ternyata menjadi sorotan nasional karena inflasi nasional 3,02 persen pada Desember 2016.

Hal ini dikarenakan inflasi di Pangkalpinang tertinggi dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Indonesia.

Seperti Sumatera lebih rendah dibandingkan Babel sebesar 4,53 persen.

Kepala Biro Ekonomi Bangka Belitung, Ahmad Yani mengatakan, pada bulan April Kota Pangkalpinang mengalami inflasi sebesar 1,02 persen setelah bulan sebelumnya mengalami inflasi yang sebesar 0,38 persen.

Secara tahunan, inflasi Kota Pangkalpinang sebesar 9,26 persen atau 2,01 persen.

Bulan April 2017, inflasi Kota Pangkalpinang masih pada pola historis.

Event Ceng Beng sampai awal April dan libur panjang di minggu ke II dan IV bulan April 2017 memberikan andil inflasi terutama pada komponen tarif angkutan udara.

"Inflasi ini seperti adrenalin yang diperlukan untuk tubuh. Inflasi tidak boleh kelebihan atau nenurun. Inflasi harus dalam batas yang wajar. Inflasi ini tetap ada dan tidak bisa dihilangkan karena kalau turun yang namanya deflasi juga berarti terjadi penurunan ekonomi. Makanya kita berusaha menjaga inflasi sesuai standar yang ada," kata Ahmad Yani di hadapan media massa saat acara Capacity Buiding untuk Wartawan Ekonomi di Ballroom Nagoya Hill, Batam, Kamis (4/5/2017).

Ahmad Yani juga mengajak media massa dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai kondisi inflasi terkini.

"Komoditas penyumbang inflasi di Pangkalpinang ini bersumber pada sektor kebutuhan primer seperti ikan, ayam dan lainnya. Dibandingkan dengan di Jakarta dan Palembang inflasinya bersumber pada sektor kebutuhan tersier seperti pulsa telepon seluler. Sejarah inflasi ini tidak bisa dihilangkan namun dikendalikan. Makanya di Babel ada Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang diketuai oleh Sekda Babel," tambahnya. (*)

Penulis: rusaidah
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help