Inilah Kisah Ketika Jokowi Muda Patah Hati

Maka Jokowi pun mogok makan dan mengurung diri di kamar saking sedihnya. Ibu, bapak, dan pamannya membujuknya agar mau

Inilah Kisah Ketika Jokowi Muda Patah Hati
intisari-online
Jokowi muda bersama ayah dan bundanya 

BANGKAPOS.COM--Semasa belajar di SDN 111 Tirtoyoso, Jokowi mengaku jarang belajar.

Namun, dia sering juara kelas. Kepintarannya semasa di bangku SD itu akhirnya mengantarkannya masuk ke SMPN 1 Surakarta, SMP terfavorit di kota Solo pada 1974.

Laiknya murid-murid SMPN 1 lainnya, cita-cita Jokowi adalah lulus dan meneruskan ke SMAN 1 Surakarta, sekolah terfavorit untuk kategori SMA di Solo. Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih.

Jokowi yang pintar itu tidak lolos seleksi. Dia diterima di SMAN 6 (dulu bernama Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan).

Baca: Sering Dengar Azan, Aktor Ganteng ini Akhirnya Putuskan Jadi Mualaf

Semangat Jokowi kontan luruh. Dia malu dan kecewa mengingat kala itu SMAN 6 baru berdiri, belum teruji kualitasnya. Jokowi masuk sebagai angkatan pertama. Apa yang bisa dibanggakan, coba?

Maka Jokowi pun mogok makan dan mengurung diri di kamar saking sedihnya. Ibu, bapak, dan pamannya membujuknya agar mau sekolah, tapi Jokowi bergeming.

jokowi
jokowi (hairicipta.blogspot.co.id)

Seperti dikisahkan Sujiatmi di buku Saya Sujiatmi, Ibunda Jokowi, dia sampai mengajukan tawaran kepada anak sulungnya itu untuk bersekolah di sebuah SMA di Sukoharjo.

Setelah enam bulan akan dicoba pindah ke SMAN 1. Tapi Jokowi menolak. Salah seorang kerabat Jokowi juga datang menawari untuk masuk ke SMAN 1 dengan uang pelicin. Lagi-lagi Jokowi menolaknya.

Ini bukan sekadar perkara masuk ke SMA impian, tapi lebih ke sebuah penolakan dan kandasnya sebuah cita-cita.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved