BangkaPos/

Pernyataan Kepsek SMAN 1 Sungailiat Tak Elok, Tanwin: Dia yang Dipecat, Bukan Kadin

Jika melihat permasalahan yang ada, Tanwin menyebutkan orang yang seharusnya diganti adalah Kepsek SMA N 1 Sungailiat

Pernyataan Kepsek SMAN 1 Sungailiat Tak Elok, Tanwin: Dia yang Dipecat, Bukan Kadin
Bangkapos/Evan Saputra
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Babel,Tanwin

Laporan Wartawan Bangka Pos Evan Saputra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pernyataan Kepala SMAN 1 Sungailiat, Efri Rantos yang menyebutkan SMA tersebut mati suri karena tidak adanya keuangan, dan menginginkan kepala dinas pendidikan Provinsi Babel diganti berbuntut panjang.

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Babel, Tanwin menyayangkan pernyataan kepala sekolah (Kepsek) SMA N 1 Sungailiat yang menginginkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi di ganti.

Menurutnya seorang pendidik tak layak berbicara seperti itu di media.

"Sebagai kepala sekolah tak elok berbahasa di media begitu, tolong bicarakan dulu apa persoalannya kami komisi IV selaku mitra dinas pendidikan sangat menyayangkan pernyataan ini," sebut Tanwin, Kamis (4/5/2017).

Jika melihat permasalahan yang ada, Tanwin menyebutkan orang yang seharusnya diganti adalah Kepsek SMA N 1 Sungailiat.

Sebab menurutnya, Kepsek tersebut tak tahu permasalahan yang sebenarnya.

"Kalau bisa dia (Kepsek SMA N 1 Sungailiat) yang dipecat jangan kepala dinasnya, dia tidak mengerti permasalahan. Tidak benar pernyataan kadisdik bahwa SMA SMK gratis, untuk membantu biaya pendidikan yang belum didanai APBD Provinsi dan APBN silahkan sekolah melalui komite sekolah untuk menerima sumbangan sekolah bukan pungutan sesuai dengan perda no 4 tahun 2016 pasal 38 ayat 1 point d dan permendikbud nomor 75 tahun 2017," katanya.

Permasalahan tersebut, kata Tanwin sudah diterangkan melalui edaran dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi tertanggal 5 Januari 2017 tentang hari belajar dan sumbangan komite sekolah.

Didalam surat tersebut menerangkan penerimaan sumbangan dana pendidikan dari masyarakat dan orangtua wali siswa agar disetujui pihak komite sekolah dan orangtua siswa.

Penerimaan sumbangan SPP hanya untuk keperluan operasional sekolah yang komponen pendanaannya tidak dapat dianggarkan pada dana operasional pendidikan (Belanja Langsung) yang bersumber dari dana APBD dan dana bantuan operasional sekolah yang bersumber dari APBN.

Penulis: Evan
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help