BangkaPos/

Seminar STKIP Muhammadiyah Babel, Guru Olahraga Harus Kuasai Teknologi Hadapi MEA

Tantangan guru olahraga di era masyarakat ekonomi Asean (MEA) kini semakin besar.

Seminar STKIP Muhammadiyah Babel, Guru Olahraga Harus Kuasai Teknologi Hadapi MEA
bangkapos.com/Khamelia
Ilustrasi. Group Tari SD STKIP Muhammadiyah saat tampil dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2017 Kecamatan Pangkalan Baru, Kecamatan Bangka Tengah, Kamis (6/4/2017). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tantangan guru olahraga di era masyarakat ekonomi Asean (MEA) semakin besar.

Untuk itu guru harus memiliki empat kompetensi yakni Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Profesional, Kompetensi Sosial dan Kompetensi Kepribadian.

Hal ini dipaparkan Ketua APKORI (Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia) yang juga Pengajar Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta Prof Djoko Pekik Irianto dalam seminar Nasional dan call for paper Tantangan Guru Penjas dan Aktivis Olahraga untuk Meningkatkan Prestasi dalam Menghadapi Masayarakat Ekonomi Asean" yang diselenggarakan Prodi PJKR Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Bangka Belitung, Sabtu (29/4/2017) lalu.

Kompetensi tersebut menyatu dalam sikap dan ucapan tantangan guru di era MEA, jadi guru tidak hanya pandai mengajar guru juga memiliki jiwa keteladanan yakni sikap dewasa, stabil, arif bijaksana, berwibawa, mantap dan berakhlak mulia," tambahnya.

Dipaparkan professor dalam bidang nutrisi olahraga ini, profil guru dan aktivis olahraga yang siap memasuki MEA diantaranya adalah menguasai teknologi yakni pada soft teknologinya (kegunaan teknologi) bukan hard teknologi (model dan tipe teknologi). Disamping itu juga yang kompeten dan profesional serta memiliki wawasan global.

"Dalam hal ini pemerintah telah berusaha meningkatkan profesionalisme guru di antaranya dengan melakukan standarisasi kompetensi guru yang didasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu yang bersifat mandiri, pemerintah juga telah mengeluarkan Undang-Undang Guru dan Dosen yang mengharuskan kualifikasi S1 atau D4," jelas Pekik.

"Ditambah manajemen guru dalam sistem rekruitmen, pengangkatan, penempatan, supervisi dan pembinaan guru, mereka juga diberikan penghargaan terhadap guru seperti dengan pemilihan guru teladan, lomba kreativitas guru, guru berprestasi. Pendidikan guru juga diperhatikan karena sosok guru sebagai fasilitator dalampembelajaran dan sumber keteladanan dalam pengembangan kepribadian peserta didik," jelas Pekik.

Sementara itu Ketua KONI Bangka Belitung, Dharma Sutomo mengungkapkan saat ini olahraga telah berkembang menjadi sebuah industri yang memiliki multiplayer effect terhadap sektor lainnya khususnya sektor ekonomi bahkan politik.

Diperlukan penguasaan teknologi dan sport science dalam membangun prestasi olahraga.

"Penguasaan teknologi dan sport science dalam membangun prestasi olahraga adalah sebuah keniscayaan, oleh karena itu tenaga olahraga (pelatih dan atlet) dituntut mampu menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan di bidang olahraga dan ilmu pendukungnya," jelas Dharma Sutomo.

Sementara itu Ketua Prodi PJKR Dzihan Khilmi Ayu Firdausi, menyatakan kedepan kegiatan seminar ini akan menjadi agenda tahunan guna memfasilitasi para guru dan mahasiswa maupun pelatih dan atlet untuk meningkatkan profesionalismenya,

"Prodi PJKR berusaha memfasilitasi peningkatan profesionalisme guru olahraga, atlet maupun pelatih dengan menghadirkan pakar-pakar keolahragaan di bidangnya masing-masing. Silahkan untuk diikuti tiap tahun ini akan menjadi agenda utama kita," ujar Dzihan. (gea)

Penulis: giarti
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help