Melongok Ngalap Berkah di Gunung Kawi, Duduk-duduk Lalu Kejatuhan Daun Pertanda akan Dapat Rezeki

Kabarnya, dahan, buah, atau daun yang jatuh merupakan perlambang rezeki. Kalau sedang duduk-duduk lalu kita kejatuhan daun

Melongok Ngalap Berkah di Gunung Kawi, Duduk-duduk Lalu Kejatuhan Daun Pertanda akan Dapat Rezeki
net
gunung kawi 

BANGKAPOS.COM--Di antara sekian objek wisata di Malang Raya, Pesarean Gunung Kawi - demikian masyarakat sekitar menyebut objek wisata ziarah ini - menduduki peringkat atas. Khususnya untuk wisata ziarah.

Di sana dimakamkan dua tokoh Keraton Mataram abad ke-19, yakni Kanjeng Kyai Zakaria II (Eyang Djoego, keturunan penguasa Mataram Kartasura) dan Raden Mas Imam Soedjono (Eyang Soedjo, keturunan penguasa Mataram Yogyakarta).

Setiba di kompleks pesarean kita akan melihat adanya tiga gapura dengan relief perang Diponegoro terukir di dinding.

Sementara di bagian tengah terbentang anak tangga sejauh 750 m dengan sudut kemiringan hampir 35 derajat. Di kiri kanan tangga berjejer kios-kios makanan dan minuman.

Cobalah untuk berhenti di salah satu kios jika capai. Atau merasa dingin karena tempat ini berada di ketinggian sekitar 800 mdpl.

Ngalap berkah
Ngalap berkah (Intisari)

Hangatkan badan dengan memesan wedang ronde atau angsle. Atau malah memborong ubi gunung kawi yang khas itu: berwarna ungu dan rasanya manis. Di kios-kios ini pula akan kita dapati perlengkapan ritual, bunga untuk berziarah, warung makan, bahkan hotel.

Selanjutnya kita akan menemukan bangunan ciam si, yang berarti ramal nasib. Hampir semua pengunjung, dari muda-mudi sampai kakek nenek, pengusaha atau rakyat biasa, akan meramalkan nasib mereka di sini.

Tentu sesuai dengan keinginan mereka. Dari soal jodoh sampai rezeki.

Berseberangan dengan bangunan ciam si kita akan mendapati dua loket pendaftaran syukuran.

Di loket ini kita bisa mendaftarkan jadwal syukuran yang akan kita lakukan. Syukuran bisa kita lakukan seminggu setelah pendaftaran. Pengelola membagi tiga waktu syukuran: pukul 10.00, 15.00, dan 21.00 WIB.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help