BangkaPos/

Breaking News

Kades Sebut Perkara Tambang Timah Jangan Plin Plan

Pasalnya dalam pertemuan itu sempat tidak menemukan titik temu antara warga dengan perwakilan pihak penambang.

Kades Sebut Perkara Tambang Timah Jangan Plin Plan
Bangkapos/riki
Warga protes aktifitas TN di hutan Dabung, Desa Malik, Kecamatan Payung, Kabupaten Basel 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Jalanya pertemuan antara pihak desa dengan warga yang menolak aktifitas tambang TN berlangsung alot, pada Sabtu (6/5/2017) siang,

Pasalnya dalam pertemuan itu sempat tidak menemukan titik temu antara warga dengan perwakilan pihak penambang.

Kades Malik Wendy hadir pada aksi protes warga, juga sempat menegaskan kepada perwakilan penambang yang hadir untuk segera menentukan kesepakan dengan warga yang hadir.

"Jangan ada plin plan, kita sudah pusing ini harus ada persetujuan, karena kita bukan hanya mengurusi ini saja, tetapi masih banyak hal lain untuk membangun,"jelas Wendy sambil mengutarakan pertanyaan kepada perwakilan pemilik tambang

"Gimana pak Gana, aku sudah lelah, leteh, ujan panas dingin saya lalui, minta ketetapan, masyarakat yang ber TI di sekitarnya pun siap di angkat, dan barang siapa melakukan aktifitas tambang di hutan Dabung tanggung resiko sendiri,"ujarnya

Sementara perwakilan pemilik tambang TN, Fatamargana mengatakan bahwa dalam penghentian dirinya tidak bisa menentukan sendiri apakah aktifitas itu bisa langsung di hentikan.

"Tidak bisa mengasi keputusan, masalah saya juga ada kawan yang menginves dana di situ, tidak mungkin saya sendiri, untuk pemberhentian belum bisa, memberikan keputusan apakah angkat atau gimana, tetapi selanjutnya akan ku kontek pak kades lagi,"ujarnya dalam pertemuan dengan warga

Kades menambahkan bahwa alasan terjadinya penolakan warga terhadap aktifitas tambang karena di anggap telah merusak cadangan hutan desa Malik.

"Warga yang menolak, karena itu ilegal dan sudah merusak cadangan hutan desa Malik, dimana banyak warga yang berkebon dan bertani, kita juga sudah melakukan tindakan dengan menyurati untuk pemberhentian, pada seminggu lalu untuk menghentikan, namun tidak di indahkan,"ujarnya

Penulis: Riki Pratama
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help