BangkaPos/
Home »

Techno

» News

Kisah Pesawat Pembom Tu-95, si Beruang Tua yang Setia Menggoda Paman Sam

Walaupun sosoknya kelihatan sudah ketinggalan zaman, tidak ada yang meragukan kapabilitas pembom jarak jauh bermesin turboprop

Kisah Pesawat Pembom Tu-95, si Beruang Tua yang Setia Menggoda Paman Sam
Angkasa
Pembom Tu-95 

BANGKAPOS.COM--Tanpa terasa, upaya inkursi Tu-95MS Bear ke wilayah udara Amerika Serikat pada 3 dan 4 Mei 2017 sudah menandai nyaris lima dekade penggunaan keluarga besar Tu-95 untuk operasi pengintaian strategis.

Walaupun sosoknya kelihatan sudah ketinggalan zaman, tidak ada yang meragukan kapabilitas pembom jarak jauh bermesin turboprop satu-satunya di dunia ini.

Proyek Tu-95 dimulai karena ketidakpuasan para petinggi militer Soviet atas desain pesawat pembom bermesin jet mereka saat itu, Myasischev M-4 Bison yang boros bahan bakar dan jarak terbangnya pendek, tidak bisa mencapai daratan AS apabila harus melakukan serangan nuklir.

Biro desain Tupolev pun menawarkan alternatif pengganti dengan basis Tu-4 Bull, yang merupakan kopian dari B-29 Superfortress.

Desain Tu-4 diperbesar, dengan desain sayap yang kini dibuat lebih sayung untuk meningkatkan kecepatan pesawat.

Tu-95
Tu-95 (Angkasa)

Sebagai sumber tenaga, pembom desain Tupolev ini ditenagai justru oleh mesin turboprop Kuznetsov TV-2 yang dikopi dari desain Jerman yaitu mesin Junkers 109-022.

Inilah mesin turboprop terkuat yang ada di muka bumi saat ini, dimana tenaganya disalurkan ke dua set propeller yang berputar secara kontra rotasi.

Walaupun terlihat seperti langkah mundur dengan kembali ke baling-baling, pilihan pada mesin turboprop sebenarnya masuk di akal dan justru menawarkan kelebihan pada hematnya konsumsi bahan bakar.

Purwarupa pesawat yang kemudian diberi nama Tu-95 dilakukan pada 12 November 1952 dengan mesin TV-2F yang justru bermasalah pada desainnya. Kuznetsov sebagai desainernya bahkan sempat diancam dieksekusi di depan regu tembak karena purwarupa Tu-95 yang mengalami kecelakaan fatal pada 11 Mei 1953.

Untungnya Kuznetsov cepat menawarkan penyempurnaan desain dan Stalin mengampuni hidupnya. Tu-95 kemudian disetujui untuk diproduksi pada tahun 1955 dengan pabrik Kuibyshev ditunjuk untuk memproduksinya.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Angkasa
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help