Home »

Lokal

» Bangka

Lahan Eks Tambang Bisa Ditanami Padi Tergantung Penanganan

Pemanfaatan lahan bekas penambangan sudah dilakukan kelompok tani di lingkungan Matras Sungailiat dengan menanam padi.

Lahan Eks Tambang Bisa Ditanami Padi Tergantung Penanganan
IST
Bupati ketika membuka Seminar Training MultidisciplinnaryApproach to Enhance Land Productivity In Post Mining, Area Indinesia, Senin (8/4) di Sungailiat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemanfaatan lahan bekas penambangan sudah dilakukan kelompok tani di lingkungan Matras Sungailiat dengan menanam padi.

Bertani dengan sistem terintegrasi antara ternak dan tanaman menurut Bupati Bangka Tarmizi Saat dapat dilakukan untuk lahan eks tambang.

Hal itu dikatakan Bupati ketika membuka Seminar Training MultidisciplinnaryApproach to Enhance Land Productivity In Post Mining, Area Indinesia, Senin (8/4) di Sungailiat.

Dijelaskannya, untuk menanam di lahan eks tambang dibutuhkan pupuk organik yang sangat tinggi.

“ Saya sudah mencoba di lahan eks tambang dengan mennaam Sawit, Lada dan Ubi Kasesa, namun ubi Kasesanya keluar umbi tapi tidak banyak,” jelasnya.

Demikian pula di lahan berpasir eks tambang yang masih ada airnya ditanam kelapa sawit dapat cepat tumbuh dengan menggunakam pupuk organic serta pupuk an organic.

“ Pupuk organik tanaman jauh lebih cepat pertumbuhannya,” ungkap Tarmizi.

Dikatakannya, untuk lahan bekas tambang yang menjadi kendala karena lokasinya ditambang berkali – kali sehingga tanah tidak ada unsur hara apapun dan sudah kering namun untuk memulihkannya dapat dilakukan dengan ditanam bambu serta rumbia.

Bupati juga mencontohkan lahan berpasir bekas penambangan di jalan Laut Sungailiat bisa ditanam sayur – sayuran dengan dibantu pupuk organik.

“ Tanah seperti apapun bisa ditanam, semua lahan bisa tergantung kita bagaimana menanganinya,’ ujar Tarmizi.

Selain itu untuk mempersiapkan tenaga di bidang pertanian, Pemkab Bangka sudah banyak melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk dalam melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Bangka.

Untuk mempersiapkan tenaga dibidang pertanian kembali Pemkab Bangka akan menyekolahkan lagi putra putri terbaik asal kabupaten Bangka lulusan SMA sederajat di Sekolah Ikatan Dinas STTP di Medan berjumlah 10 orang untuk Jurusan Perkebunan.

Selain itu di STTP Yogyakarta berjumlah 20 orang penyuluh pertanian dan 10 orang penyuluh peternakan, sebagai upaya untuk untuk mewujudkan pertanian yang tangguh.

Seminar Training Multidisciplinnary Approach to Enhance Land Productivity In Post Mining, Area Indinesia. Untuk memberikan pelatihan upaya penanganan peningkatan produktifitas lahan pasca tambang dengan nara sumber Prof Cahyono Agus, DR. Agus Kuncara (UGM), DR Dewi Wulandari (Seameo Biotrop), DR. Edy Nurtjahya ( UBB) dan Beni P Hutaean (Timah Tbk).

Penulis: edwardi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help