BangkaPos/

Hanya Ada Di Pulau Bangka, Ketika Tradisi Ruwah bak Lebaran Dengan Ketupat Lepat dan Silahturahmi

Ada yang memperingatinya sebelum jatuhnya tanggal 15 Sya'ban, ada yang bertepatan dengan malam dan hari ke 15 Sya'ban, ada pula

Hanya Ada Di Pulau Bangka, Ketika Tradisi Ruwah bak Lebaran Dengan Ketupat Lepat dan Silahturahmi
Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Nganggung dengan dulang di Lapangan Merdeka Pangkalpinang. Tradisi Nganggung ini bisanya dilakukan masyarakat Pulau Bangka saat menyambut hari besar dan acara adat seperti tradisi Ruwah. 

"Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan terhadap arwah orang yang sudah meninggal dan merupakan warisan dari Hinduisme. Ruwah  berarti arwah leluhur atau nenek moyang jadi ruwahan berarti bulan mengenang arwah leluhur atau nenek moyang. Tradisi ini merupakan warisan Majapahit dengan tradisi agama Hindu ketika Majapahit berkuasa di pulau Bangka sekitar abad 13 Masehi," jelas Elvian, kepada bangkapos.com.

Paling tidak, ada tiga wilayah di Pulau Bangka yang hingga saat ini merayakan tradisi ruah dengan lebih semarak dibanding wilayah lainnya.

Pertama Tempilang, perayaan ruwah di wilayah ini kemudian dikenal dengan kekhasan tradisi Perang Ketupat.

Kedua Desa Keretak, yang perayaan ruwahnya disemarakkan dengan tradisi Selawang Segantang  dan 'namu' ke rumah-rumah.

Ketiga, Kecamatan Mendobarat yang memfokuskan peringatan ruwah dengan tradisi namu, Sepintu Sedulang dan ziarah kubur.(*)

Penulis: Iwan Satriawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help