Dirut PDAM Ajak Babinsa Minta Penambang Membuat Dam Permanen

para penambang timah yang menambang di dekat Kolong Merawang agar tidak mencemari air baku PDAM di kolong tersebut.

Dirut PDAM Ajak Babinsa Minta Penambang Membuat Dam Permanen
IST
Direktur Utama PDAM Tirta Bangka Wellindra bersama pihak babinsa meminta agar penambang timah membuat dam permanen agar limbah penambangan tidak mencemari Kolong Merawang. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nuhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Direktur Utama PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir mengingatkan para penambang timah yang menambang di dekat Kolong Merawang agar tidak mencemari air baku PDAM di kolong tersebut.

Pasalnya saat hujan lebat Kamis (11/5/2017) kemarin tanggul yang dibangun para penambamg TI ini sempat jebol sehingga membuat air kolong keruh.

Untuk itu Wellindra meminta agar para penambang membangun dam permanen agar limbah penambangan timah jangan sampai mencemari air baku PDAM di Kolong Merawang.

"Mereka (para penambang--red) lengah, otomatis kalau jebol terkoneksi dengan kondisi air baku," kata Wellindra kepada bangkapis.com, Jumat (12/5/2017) di PDAM Tirta Bangka.

Pada prinsipnya pihak PDAM ditegaskannya tidak memiliki kapasitas melarang maupun menghentikan aktivitas tambang selama di wilayah luar Kolong Merawang. "Kalau dia 'makan' di wilayah PDAM maka berhadapan langsung dengan kite," tegas Welliandra.
Namun jika perbatasan dengan lahan PDAM pihak penambang menambang di lahan miliknya atau milik orang lain maka pihak PDAM tidak bisa menindak.

Diakui Wellindra memang sudah menjadi tugas mereka apalagi sudah ada peraturan daerah (perda) perlindungan sumber air baku untuk melindungi keberadaan air baku PDAM. Sebelum ada perda juga ia sudah berulang kali menghadapi para penambang agar tidak mencemari air baku PDAM. Apalagi sudah ada perda ini.

"Cuma yang bikin ku kesel para penambang ini dak bersinergi dengan kite die tidak pernah menjage penahan atau dam atau pok hanya kami menyadari PDAM dak punya kapasitas nyuruh, dak punya kapasitas melarang, sifatnya bagi kami menjaga air baku," ungkap Wellindra.

Menurutnya permasalahan yang sering terjadi adalah ketika penambang bukan di lahan PDAM tetapi di perbatasan ketika di perbatasan sedangkan pihaknya dari PDAM tidak punya hak melarang orang untuk nambang karena bukan di lahan PDAM.

"Ya selama tidak bersentuhan dengan PDAM saya hanya bersifat melakukan pengawasan tetapi kalau limbahnya sampai masuk ke kolong PDAM saya berusaha untuk menindak tegas," jelas Wellindra.

Diakuinya penambangan timah ini sudah cukup lama dilakukan para penambang di daerah yang berbatasan dengan Kolong Merawang tetapi limbahnya tidak masuk ke kolong tersebut tetapi karena kondisi hujan deras kemarin dam yang dibangun penambang ini jebol. Untuk itu ia minta para penambang membuat dam permanen.

"Tidak ada pengaruh dengan kite cuma masyarakat ini kadang-kadang menyalahkan penambang sah-sah saja menambang kalau masalah lahannya kite tidak tahu tapi yang jelas bukan di wilayah PDAM," kata Wellindra.

Dikatakannya ada sekitar tiga pron penambangan di dekat Kolong Merawang tersebut. Untuk itu Wellindra sudah mengajak pihak babinsa untuk memperingati para penambang agar membuat dam permanen.

Selain itu pihaknya juga akan membuat pagar permanen di sekitar Kolong Merawang jika aset tersebut sudah diserahkan pemerintah daerah kepada PDAM.

"Sekarang ini kami sedang melakukan menelusuran aset terkait dengan kolong kalau sudah diserahkan kepada PDAM statusnya jelas akan kami DED-kan ajukan ke satker air minum ataupun ke Satker SPD SDA untuk di DED kan Insyaallah bisa. Kalau selama ini status lahannya belum jelas," ungkap Wellindra.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved