BangkaPos/

Breaking News

Kapolres Beltim Sebut Wilayahnya Sudah Aman dan Terkendali

Pertimbangan penolakan berbagai pihak tersebut menurut Nono adalah kondisi wilayah Beltim yang sudah aman dan terkendali di Beltim.

Kapolres Beltim Sebut Wilayahnya Sudah Aman dan Terkendali
bangkapos.com/Dedy Qurniawan
Pertemuan berbagai elemen di Beltim terkait adanya rencana aksi 1000 lilin untuk Ahok di Beltim. Pertemuan digelar di sebuah ruangan di Mapolres Beltim, Sabtu (13/5/2017). 

Laporan Wartawan bangka Pos, Dedi Q

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Kapolres Beltim AKBP Nono Wardoyo mengatakan mayoritas peserta pertemuan menyikapi aksi 1000 Lilin di Kecamatan Gantung, Belitung Timur, menyatakan sikap penolakan.

Pertimbangan penolakan berbagai pihak tersebut menurut Nono adalah kondisi wilayah Beltim yang sudah aman dan terkendali di Beltim.

"Mungkin teman-teman ini khawatir bila hal ini dilaksanakan, dapat memicu hal-hal yang tidak diinginkan," kata Nono kepada wartawan usai pertemuan tersebut di Mapolres Beltim.

Dia menjelaskan, sikap-sikap yang disampaikan berbagai elemen akan dijadikan sebagai pertimbangan bagi Polres Beltim guna memberikan izin penyelenggaraan aksi 1000 lilin.

Nono mengatakan, pihaknya memang sudah meneriman surat permonohan aksi tersebut yang diajukan oleh Fezzi Uktolseja.

"Berdasarkan pertemuan pada hari ini, kemudian pertimbangan situasi Kamtibmas di wilayah Beltim, ini akan menjadi pertimbangan kami memberikan izin apa tidak. Sampai hari ini, kami akan terus mempelajari, menelaah, dan meneliti perkembangan situasi yang ada di Beltim untuk kemudian memberikan keputusan terhadap penyelenggaraan kegiatan ini," beber Nono.

Nono menjelaskan pihaknya membutuhkan waktu untuk memberikan izin tersebut saat ditanya apakah ada deadline kapan keputusan akan diberikan.

Sebab, kegiatan tersebut jadi perhatian masyarakat banyak.

"Kami perlu mempelajari ini. kami perlu meneliti menelaah dan mempertimbangkan situasi kamtibmas di Beltim," ujar Nono. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help