Sebelum Dibunuh, Dosen Undip Ini Marah karena Pasangan Kumpul Kebo Belum Bayar Kos

Suara Supardi bergetar ketika menceritakan detik-detik kematian dokter senior RSUP Kariadi Semarang, Nanik Trimulyani.

Sebelum Dibunuh, Dosen Undip Ini Marah karena Pasangan Kumpul Kebo Belum Bayar Kos
DOKUMEN POLSEK SEMARANG TENGAH
Polisi mengevakuasi jenazah korban. 

Sebagai informasi, Supardi adalah asisten rumah tangga Nanik.

Sedangkan Parman adalah penghuni kos milik Nanik. Parman tinggal di kos itu belum genap setengah bulan.

"Kalau pacarnya Parman sudah dua bulan di kos itu. Ceritanya mereka kos bersama," bebernya.

Warga Krangean Wetan, Wonosobo itu berpendapat, ada masalah pribadi antara Parman dan Nanik.

Baca: Kisah Suami Menyesal Ceraikan Istrinya

Dia menambahkan, ada kemungkinan Nanik marah lantaran Parman belum bayar kos bersama sang kekasih.

"Setelah Bu Nanik meninggal, kami ambil mobilnya di RS Telogorejo. Kemudian kembali ke kos untuk memindahkan mayatnya. Yang menggotong mayat itu Parman sendiri," tuturnya.

Ambil barang

Mereka juga sempat mengambil barang-barang berharga milik Nanik, meliputi dua unit telepon genggam, televisi, dan uang tunai Rp 2 juta.

Mayat Nanik dibuang dua pemuda itu di selokan kawasan Kembanganom, Rakit, Wonosobo.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help