Home »

Video

Begini Proses Kayu Karet Tak Produktif Diolah Lagi Buat Jadi Duit

Disana bisa diolah untuk dibuat serbuk kayu, setelah itu dibuat untuk bahan perabotan rumah tangga seperti lemari hingga meja,

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pohon karet yang tidak produktif lagi alias tidak menghasilkan getah lagi, kalau dulu hanya di tebang dan di bakar langsung di lahan, karena tidak laky jual.

Berbeda dengan sekarang, kayu karet memiliki nilai ekonomis alias laku jual, meskipun harganya terbilang murah.

Pengumpul kayu karet petani, Kardi menyebutkan, pohon karet yang sudah tua dan tak menghasilkan getah, umumnya ditebang dan dibiarkan begitu saja di kebun, setelah kering baru dibakar.

Baca: VIDEO: Begini Truk Muatan Aspal Terbalik Bikin Jalanan Macet

"Sekarang laku, bisa dijual. Jadi kayu karet biasanya tak berguna setelah tidak ada getahnya, sekarang kayu karet di Bangka ini malah dibawa ke Pulau Sumatera, ke Palembang," kata Kardi kepada bangkapos.com Senin (16/5/2017).

"Disana bisa diolah untuk dibuat serbuk kayu, setelah itu dibuat untuk bahan perabotan rumah tangga seperti lemari hingga meja, kan sekarang banyak lemari yang di jual, tapi isi dalam lembaran papannya berupa serbuk gergaji," ujarnya.

Kalau selain kayu karet, digunakan untuk bahan bakar di pabrik sawit, CPO (crude palm oil).
Tapi harganya murah, satu ton Rp 155 ribu saja, itu kayu yang untuk bahan bakar di pabrik minyak sawit.

"Kayu yang kami muat ini murni kayu yang tumbuh di kebun, kayu yang bisa dipakai untuk bahan bangunan," kata Kardi.

Penulis: riyadi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help