Satu Keping e-KTP Rp 7.500 Tapi Kemendagri Bayar Rp 16.000

PT Sandipala Arthapura buka-bukaan soal untung yang diraup dalam proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik alias e-KTP.

Satu Keping e-KTP Rp 7.500 Tapi Kemendagri Bayar Rp 16.000
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Politikus Hanura Miryam S Haryani tiba di gedung KPK Jakarta untuk menjalani pemeriksaan, Jumat (12/5/2017). Miryam diperiksa sebagai tersangka pertama kali pasca penahanan terkait kasus pemberian keterangan tidak benar dalam sidang perkara dugaan korupsi KTP elektronik. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - PT Sandipala Arthapura buka-bukaan soal untung yang diraup dalam proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik alias e-KTP.

Salah satu perusahaan yang tergabung dalam Konsorsium Percetakan Republik Indonesia (PNRI) ini mengaku mendulang untung sebesar Rp 140 miliar.

Hal itu dikatakan pegawai PT Sandipala Arthapura Fajri Agus Setiawan saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (15/5/2017).

Baca: Ini Daftar Nama Korban Kecelakaan Maut Rombongan Study Tour di Magelang

Fajri bersaksi untuk dua terdakwa mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto.

"Dari 2011-2013, sekitar Rp 140 miliar sekian, atau 27 persen," ujar Fajri kepada jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurutnya, dalam proyek e-KTP, PT Sandipala mendapat porsi pekerjaan untuk mencetak blanko e-KTP dan melakukan distribusi kartu.

Berdasarkan laporan dari bagian produksi, PT Sandipala telah mencetak dan mendistribusikan 51 juta keping e-KTP.

Baca: Dosen ITB Tewas Diduga Bakar Diri dan Lompat ke Jurang

Selain PT Sandipala, Konsorsium PNRI terdiri atas Perum PNRI, PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo persero), PT LEN Industri (persero), dan PT Quadra Solution.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved