BangkaPos/

Lingkungan Kerja Bikin Tak Bahagia, Langkah Ini yang Harus Dilakukan

ingkungan kerja yang membuat Anda bahagia dan berkembang juga menjadi faktor yang membangun loyalitas serta dedikasi karyawan.

Lingkungan Kerja Bikin Tak Bahagia, Langkah Ini yang Harus Dilakukan
http://higienis.com
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM – Kebahagiaan di tempat kerja tak melulu soal jumlah penghasilan dan bonus.

Sebab, lingkungan kerja yang membuat Anda bahagia dan berkembang juga menjadi faktor yang membangun loyalitas serta dedikasi karyawan.

Namun, Anda tidak selalu mendapatkan apa yang Anda inginkan, bukan?

Sebab, tak menutup kemungkinan Anda terjebak dalam sebuah lingkungan kerja yang tidak membuat diri Anda menjadi lebih baik, secara personal ataupun profesional.

Timothy Butler, Director of Career Development Programs at Harvard Business School dan penulis buku bertajuk Getting Unstuck:How Dead Ends Become New Paths, percaya bahwa ada makna lebih luas dari pernyataan “Saya tidak lagi bahagia di tempat bekerja,”.

Butler yang fokus mempelajari struktur karakter dan pribadi sekaligus kepuasaan kerja mengatakan, untuk memahami rasa tidak bahagia Anda, maka Anda harus berupaya mengenali ketidanyamanan tersebut.

Dia menambahkan ketika kondisi Anda sedang tidak bahagia terhadap pekerjaan, maka sebaiknya jangan tergesa-gesa dan berusaha menyelesaikan masalah.

Amati rasa tidak bahagia Anda dan jangan mencoba mencari jalan keluar terburu-buru.

Sebaliknya, mulai rencanakan langkah Anda selanjutnya.

“Rasa tidak bahagia hadir menjadi sebuah ‘peringatan’ dan pengingat,” ujar Butler.

“Anda bagian diri Anda yang mungkin tidak Anda dengar sehingga membutuhkan perhatian lebih,” imbuhnya.

Cita-cita tertunda, kata Butler, sering memicu banyak karyawan mendadak merasakan tidak bahagia dalam bekerja.

Butler menganjurkan untuk kontemplasi diri dan dengarkan sanubari lebih  fokus.

Sebab, ada-ada hal dalam diri yang bisa jadi tanpa Anda sadari telah dengan sengaja Anda lupakan dan tidak ingin Anda eksplorasi lebih jauh.

Namun, jika rasa tidak bahagia itu masih terus mendera setelah Anda melakukan ragam upaya untuk mengubahnya, maka bisa jadi ini sinyal bahwa Anda lebih dibutuhkan dan dihargai di tempat lain.

Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help