BangkaPos/

Bikin Merinding, Bocah Kelas 5 SD Kepergok Cabuli Adiknya yang Masih Bayi

Astagfirullah! Saya jadi merinding mendapat laporan ini. Kejadian seperti ini belum pernah terjadi di Babel. Kok bisa

Bikin Merinding, Bocah Kelas 5 SD Kepergok Cabuli Adiknya yang Masih Bayi
Shutterstock
Ilustrasi cabul 

BANGKAPOS.COM-- Entah apa yang ada di pikiran bocah laki-laki berusia 12 tahun ini.

Anak ingusan yang baru duduk di bangku kelas 5 SD di wilayah Kecamatan Sungaiselan Kabupaten Bangka Tengah itu tega mencabuli adik kandungnya sendiri yang baru berusia satu tahun.

Peristiwa memilukan itu dipergoki oleh tetangga korban.

Kemudian informasi tersebut disampaikan kepada dua orang aktifis pemerhati masalah sosial Desa Sungaiselan.

Selanjutnya melaporkan ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Belum diketahui pasti kapan terjadinya peristiwa pencabulan tersebut.

Namun berdasarkan informasi awal yang dikumpulkan oleh KPAD Babel dari pelapor.

Ternyata bocah pelaku pencabulan pernah mengalami perlakuan serupa dicabuli oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya.

Laporan ini, tak pelak membuat Ketua KPAD) Provinsi Babel, Sapta Qodria Muafi SH terkejut.

Sapta yang diidampingi Komisioner Anak Berhadapan Hukum (ABH), KPAD Babel, Biar M Yamin hampir tidak percaya ketika mendengar laporan langsung dari dua orang aktifis Desa Sungaiselan tentang kasus pencabulan tersebut, Rabu (17/5) pagi di Komplek Kantor Gubernur Babel.

"Astagfirullah! Saya jadi merinding mendapat laporan ini. Kejadian seperti ini belum pernah terjadi di Babel. Kok bisa terjadi seperti itu," kata Sapta dihadapan 2 orang aktifis asal Sungai Selan saat diterima di ruang kerjanya.

Satu dari seorang aktifis dihadapan Ketua KPAD Babel mengatakan kasus pencabulan terhadap bayi perempuan oleh kakak kandung tersebut berawal dari laporan tetangga dekat korban.

Menurut aktifis, berdasarkan pengakuan pelaku ternyata diketahui pernah juga mendapatkan perlakuan pelecehan.

"Informasi yang kami peroleh dari tetangga korban, bahwa pelaku sempat bercerita soal kejadian yang pernah dialaminya semasa kecil dulu," terang aktifis tadi.

Menanggapi kasus tersebut, rencananya dalam waktu dekat KPAD Babel akan melakukan investigasi terkait dugaan pencabulan terhadap bocah SD tersebut.(*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help