BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Pedagang Kelontong Ini Ciptakan Mesin Sagak dari Barang Bekas

Ia termotivasi membuat mesin ini dari idenya sendiri karena kesulitan menyagak ubi untuk makanan ternaknya.

Pedagang Kelontong Ini Ciptakan Mesin Sagak dari Barang Bekas
bangkapos.com/Nurhayati
Ajam saat mempresentasikan mesin sagak ciptaanya di depan tim juri TTG Babel, Rabu (17/5/2017) di Dinas Sosial dan Pemerintahan Desa Kabupaten Bangka. 

Laporan Wartawsn Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Ajam asal Desa Air Ruai Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka yang sehari-harinya berprofesi sebagai pedagang kelontong ini mampu membuat mesin sagak umbi-umbian dengan menggunakan dua mata pisau.

Mesin hasil ciptaan ini mampu menjadi juara kedua pada lomba Teknologi Tepat Guna Tingkat Kabupaten Bangka.

Ia termotivasi membuat mesin ini dari idenya sendiri karena kesulitan menyagak ubi untuk makanan ternaknya.

Diakuinya mesinnya ini 90 persen terbuat dari barang-barang bekas yang ada di sekitarnya.

"Tempatnya ini dari box sepeda. Engkolnya dari stang sepeda saya yang dak pakai lagi. Kayu untuk rangkanya saya minta dari teman yang tukang, saya kumpulkan. Mesinnya ini agak ringan nggak pakai listrik banyak, kita bisa pakai dua mata pisau langsung," jekas Ajam ketika mempresentasi mesin ciptaannya, Rabu (17/5/2017) kepada Tim Juri Lomba TTG Babel di Dinas Sosial dan Pemerintahan Desa Kabupaten Bangka.

Selain menggunakan listrik mesin yang dinamakannya Mensag Bang Kajam kepanjangan dari Mesin Sagak Buatan Bang Ajam bisa mengggunakan manual dengan tangan.

Menurutnya biaya pembuatan mesinnya sekitar Rp 2 juta per unit. Sekarang ini ia baru memproduksi sebanyak lima unit dan satu unit sudah dijualnya seharga Rp 2 juta kepada peternak.

Bahkan ia memasang tudung saji mini dibagian mesinnya yang menjadi lambang daerah.

Menurutnya semboyan Fang Ngin Thong Ngin Jit Jong yakni Cina Melayu sama saja menjadi kreasi dari mesin ciptaannya.

Diakui Ajam mesin sagak buatannya ini merupakan perpaduan dari teknologi, seni, budaya, kedaerahan dan kebangsaan.

"Cintailah produk buatan sendiri," pesan Ajam menutup presentasinya dengan menegakan bendera merah putih kecil yang diletakan di depan tudung saji lambang daerah Bangka.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help