BangkaPos/

23 Gubernur Digembleng Ala Militer di Natuna

23 gubernur seluruh Indonesia mengikuti latihan ala militer tanpa didampingi ajudan di Natuna.

23 Gubernur Digembleng Ala Militer di Natuna
dok. Danrem 143 Haluoleo Kendari
Aksi para gubernur se-Indonesia saat mengikuti latihan militer dan mencicipi kehidupan tata cara militer dalam rangkaian acara pembaretan dan operasi latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI Tahun 2017 di Pantai Teluk Buton Tanjung Datuk Natuna, Kepulauan Riau, 18-19 Mei 2017. 

BANGKAPOS.COM, NATUNA - Sebanyak 23 gubernur seluruh Indonesia berkumpul di Pantai Teluk Buton Tanjung Datuk Natuna, Kepulauan Riau, sejak Kamis (18/5/2017) untuk mengikuti prosesi pembaretan.

Selama dua hari, mereka mengikuti latihan ala militer tanpa didampingi ajudan.

Informasi yang dihimpun dari Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jawa Timur, Benny Sampir Wanto, selama dua hari hingga Jumat (19/5/2017), para gubernur menjalani latihan serta menjalani kehidupan ala militer.

Baca: Benda-benda Ini Turut Dikuburkan Bersama Wanita Cantik yang Dibunuh Saat Urus Pernikahan

Selama kegiatan, kata dia, Gubernur Jatim, Soekarwo dan gubernur lainnya mengenakan juga pakaian dinas lapangan (PDL) warna loreng cokelat mirip segaram TNI.

“Di sana, semua gubernur tanpa didampingi ajudan, dan membawa tas ransel sendiri berisi kelengkapan baju dan makanan kecil," katanya, dalam rilis yang diterima Kompas.com.

Para gubernur mengenakan seragam PDL ala militer.
 (Humas Pemprov Jawa Timur)
Para gubernur mengenakan seragam PDL ala militer. (Humas Pemprov Jawa Timur)

Prosesi pembaretan, hari ini dihadiri Presiden Joko Widodo, Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, Kasad, Kasal, Wakasau dan Pengkostrad.

Pembaretan dilakukan bersamaan dengan operasi latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI Tahun 2017.

"Dalam acara tersebut juga dilakukan pertemuan dengan Panglima TNI untuk membahas kondisi keamanan terkini," sebutnya.

Baca: Keluarga Pratu Ibnu Hidayat Histeris Sambut Jenazah dari Natuna

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help