BangkaPos/

Bahaya, Anak Korban Cabul Bisa Jadi Pelaku Cabul

seorang bocah yang baru duduk di kelas V sekolah dasar nekat melakukan perbuatan cabul terhadap seorang adiknya yang baru berusia 1 tahun.

Bahaya, Anak Korban Cabul Bisa Jadi Pelaku Cabul
ilustrasi kasus pencabulan 

Laporan wartawan Bangka Pos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Tak jarang para korban tindak pelecehan atau pencabulan sesama jenis akhirnya diketahui sebagai pelaku tindak asusila itu sendiri.

"Ya itu sering terjadi karena si pelaku setelah diketahui sebelumnya pernah menjadi korban perbuatan seksual sehingga si pelaku seolah-olah mencoba me-rewind (mengulang kembali kejadian sebelumnya yang pernah dialami oleh si pelaku--red)," kata aktifis perempuan asal Lembaga Perlindungan Anak (LPA) provinsi Bangka Belitung, Aulia Suaibah Zen kepada bangkapos.com, Jumat (19/5/2017) di Pangkalpinang.

Baca: Kisah Malang Bocah Kelas 5 SD, Melahirkan Anak Benih Bapak Tiri Bejad si Guru Ngaji

Ia mencontohkan kejadian seorang bocah yang baru duduk di kelas V sekolah dasar (SD) di Desa Sungai Selan, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah nekat melakukan perbuatan cabul terhadap seorang adiknya yang baru berusia 1 tahun.

"Nah kejadian seperti kasus itu dapat saya katakan jika si pelaku sesungguhnya ia pengen mencoba lagi atau me-rewin atas kejadian yang pernah dialami olehnya ," terangnya.

Aulia pun coba mendiskripsikan jika si bocah SD itu (Polan) pada saat kejadian sebelumnya atau saat kejadian perbuatan asusila pernah dialami oleh Polan justru pada waktu itu Polan berpikir jika dirinya saat itu merasa menjadi orang yang terlemah.

Baca: KPAD Babel Coba Pulihkan Trauma Bocah SD Dihamili Bapak Hingga Melahirkan Anak

"Sehingga pada waktu itu anak tersebut 'pasrah' dengan keadaan karena ia merasa menjadi orang terlemah ketika anak itu menjadi korban pelecehan seksual. Nah akhirnya anak itu pun mencoba melakukan perbuatan serupa dengan sasaran adik kandungnya sendiri yang masih bayi karena anak itu berpikir bahwa adiknya dianggap sebagai orang terlemah," rincinya.

Meski begitu Aulia tak menyalahkan atas perbuatan asusila yang dilakukan oleh si Polan terhadap adik kandungnya sendiri dengan alasan Polan merupakan korban pula tindak perbuatan asusila sebelumnya.

Oleh karenanya ia mengingatkan khususnya kepada ibu-ibu rumah tangga atau orang tua agar selalu peduli terhadap setiap aktifitas anak asuh, dan bila perlu anak asuh bisa diajarkan seputar sex education (pendidikan sex).

"Sehingga anak asuh mereka faham dan mengerti mana hal-hal yang dilarang dan mana yang boleh dilakukan," katanya. (rap)

Penulis: ryan augusta
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help