BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Harga Sembako Melambung Jelang Ramadan, Ini Pemicunya

Harga barang-barang kebutuhan pokok di Pasar Sungailiat menjelang Bulan Suci Ramadan ini mengalami kenaikan.

Harga Sembako Melambung Jelang Ramadan, Ini Pemicunya
bangkapos.com/Nurhayati
Pasar Kite Sungailiat 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Harga barang-barang kebutuhan pokok di Pasar Sungailiat menjelang Bulan Suci Ramadan ini mengalami kenaikan.

Berdasarkan pantauan bangkapos.com di Pasar Kite Sungailiat, beberapa harga kebutuhan pokok yang naik seperti telur yang semula hanya Rp 1.200 hingga Rp 1.300 perbutir naik menjadi Rp 1.300 hingga Rp 1.400 perbutir.

Daging ayam yang semula Rp 35.000 naik menjadi Rp 38.000 perkilogram, bawang putih yang semula Rp 50.000 naik menjadi Rp 58.000 perkilogram.

Sedangkan untuk beras masih stabil untuk beras merek Gareng ukuran lima kilogram sebesar Rp 56.000, 118 sebesar Rp 55.000 dan beras bulog seharga Rp 5.000 perkilogram, cabe besar dari Rp 36.000 naik menjadi Rp 40.000 perkilogram dan cabe kecil dari Rp 70.000 naik menjadi Rp 100.000 perkilogram dan untuk harga gula tetap stabil Rp 13.000 perkiogram dan minyak goreng tetap Rp 12.000 perkilogram.

Sementara harga ikan juga melonjak seperti tenggiri dari Rp 65.000 menjadi Rp 70.000 hingga Rp 80.000 perkilogram, udang besar Rp 120.000, cumi dari Rp 65.000 menjadi Rp 70.000 perkilogram. Kenaikan harga ikan ini terjadi karena angin kencang sehingga nelayan kesulitan saat melaut.

Menurut Kepala UPT Pasar Sungailiat Suherman kendati ada kenaikan harga ini stok kebutuhan pokok banyak menjelang Ramadan ini. "Hanya saya terjadi penurunan masyarakat yang beli," kata Suherman.

Disinggung kenaikan harga selalu terjadi menjelang Ramadan, lebaran dan hari-hari besar lainnya mengapa tidak bisa dilakukan proteksi oleh pemerintah, menurut Suherman distributornya bukan berada di kabupaten. Pihak distributor dari Pangkalpinang, sehingga Pemkab Bangka tidak bisa mengontrol pihak distributor.

"Kalau distributornya di sini kita enak bisa mengontrolnya. Dari pihak provinsilah bisa mengatur itu harga-harga disana karena penjual ini tergantung distributor. Kalau harganya mahal, mahal mereka jual," ungkap Suherman.

Dia juga membantah adanya permainan harga sembako.Menurutnya para pedagang juga ingin agar harga kebutuhan pokok murah agar dagangannya segera laku terjual. "Kasihan pedagang karena harga tinggi daya beli juga berkurang," kata Suherman.

Dia menegaskan jika ada indikasi permainan harga silahkan melapor ke Pemkab Bangka.

"Kalau ada yang bermain silahkan lapor. Kita disini bekerjasama dengan para pedagang. Kalau ada pungutan liar itu nanti lapor ke kita misal ada oknum di pasar yang melakukan pungutan liar lapor ke kita," tegas Suherman.

Diakui Ako yang berjualan telur di Pasar Kite Sungailiat harga telur naik sejak dua minggu yang lalu. Kenaikan harga ini karena ada kenaikan harga dari pihak distributor telur.

"Harga ngambil e ge lah naik wo ni ku ngambik telor ni Rp 1.250 sampai Rp 1.350 jadi kite jual Rp 1.300 sampai Rp 1.400 perbutir," kata Ako.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help