BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

UPT Pasar Ambil Alih Lapak dan Kios Pasar yang Kosong

Jika tunggakan tersebut tidak dibayar pedagang maka pihaknya akan mengambil alih lapak dan kios yang kosong.

UPT Pasar Ambil Alih Lapak dan Kios Pasar yang Kosong
Bangkapos/Nurhayati
Pasar Kite Sungailiat 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Kepala Unit Pelaksan Teknis (UPT) Pasar Sungailiat, Suherman, mengakui memang ada sebagian lapak dan kios pasar yang kosong.

Untuk itu pihaknya akan menata kembali lapak dan kios yang kosong tidak dibayar sewanya dikuasai para pedagang tersebut.

Jika tunggakan tersebut tidak dibayar pedagang maka pihaknya akan mengambil alih lapak dan kios yang kosong.

"Kami data kembali jangan sampai nanti tempat itu dikuasai mereka. Secara otomatis kalau mereka tidak bayar 30 hari setelah tanda tangan kontrak mereka harus kembalikan ke pemerintah daerah," tegas Suherman kepada bangkapos.com, Jumat (19/5/2017) di UPT Pasar Sungailiat.

Diakuinya alasan para pedagang ini tidak bayar sewa kios dan lapak karena dagangannya tidak laku.

Seperti lapak pedagang sayur di kampung waktu pendataan pertama ada 100 petak sehingga tempatnya sempit. Ternyata dari hasil pendataannya hanya sekitar 70 pedagang yang berjualan.

"Jadi ada sekitar 30 lapak yang kosong. Nanti kita tata lagi. Dengan alasan petaknya kecil, ini itulah harusnya kalau sudah kewajiban ya dibayarlah, kalau memang mereka pakai," sesal Suherman.

Untuk biaya sewa lapak atau kios ini tergantung tempatnya. Lapak untuk jualan sayur dari kampung itu sebesar Rp 240.000 pertahun, lapak jualan ikan sebesar Rp 600.000 per tahun.

"Ada juga yang dak bayar hanya dikontrak-kontrak oleh mereka," ungkap Suherman.

Untuk itu pihaknya akan memberikan surat edaran kepada para pedagang untuk melunasi utang sewa lapak dan kios yang mereka tunggak.

Menurutnya jangan sampai menjadi temuan sehingga pihaknya akan merapikan temuan BPK tersebut.

"Kalau mereka dak mau datang lagi kami edarkan surat tagihan. Bagi yang tidak datang dan tidak melunasi kita ambil kembali tempat-tempatnya itu. Kalau mereka dak jualan tidak terutang tapi kita lihat nanti kontraknya bagaimana apakah mereka menandatangan kontrak tahun 2016," tegas Suherman.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help