BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Wabup Tantang 20 Finalis Bujang Miak Pidato Bahasa Bangka

Wakil Bupati Bangka Rustamsyah menantang 20 finalis Bujang Miak Bangka Tahun 2017 untuk pidato menggunakan Bahasa Bangka.

Wabup Tantang 20 Finalis Bujang Miak Pidato Bahasa Bangka
Bangkapos.com/Nurhayati
Audensi 20 finalis Bujang Miak Bangka 2017 dengan Wakil Bupati Bangka Rustamsyah di Ruang Kerja Wakil Bupati Bangka, Sabtu (20/5/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wakil Bupati Bangka Rustamsyah menantang 20 finalis Bujang Miak Bangka Tahun 2017 untuk pidato menggunakan Bahasa Bangka.

Jika mereka berasal dari Sungailiat bisa menggunakan Bahasa Sungailiat, kalau dari Belinyu bisa menggunakan Bahasa Belinyu. Begitu juga jika berasal dari kecamatan lain di Kabupaten Bangka bisa menggunakan bahasa daerah asalnya masing-masing.

Dengan demikian para duta wisata Kabupaten Bangka ini bisa ikut melestarikan bahasa daerah agar tidak punah.

"Kire-kire Bahasa Bangka lah pinter lum semue e? Ini audisi Bujang Miak, sekarang nek nanya, nanyalah tapi pakai Bahasa Bangka, bapak nggak Bahasa Indonesia atau silahkanlah nek pidato pakai Bahasa Bangka walaupun durasi semenit tinggal e. Men dak pacak dak usah ngomong," tantang Rustamsyah kepada 20 finalis Bujang Miak Bangka saat audensi dengan Wakil Bupati Bangka, Sabtu (20/5/2017).

a
Audensi 20 finalis Bujang Miak Bangka 2017 dengan Wakil Bupati Bangka Rustamsyah, Sabtu (20/5/2017). (nurhayati/bangkapos.com)

Menurutnya event ini bukan ajang Putri Indonesia yang harus menggunakan Bahasa Indonesia maupun mampu berbahasa Inggris. Ini ajang pemilihan putra putri asal Kabupaten Bangka yakni Bujang Miak yang memiliki arti Bujang dan Miak.

"Tim juri dari Jakarta, mungkin Artika Sari Devi lah lupa Bahasa Bangka pakai bahasa loe-loe, gue-gue mungkin, tapi ikak kan dak? Bapak ngomong ikak masalah e. Silahkan yang mewakili pidato Bahasa Bangka. Pidato ape pun jadi asal jangan ngate bapak bai cuman e," ucap Rustamsyah tersenyum.

Dia juga minta jika Bujang Miak ini sudah terpilih bisa diajak melihat langsung event nasional seperti Putri Indonesia sehinggga bisa menambah wawasan mereka.

"Harapan bapak Bujang dan Miak ni merupakan manusia yang mempunyai karakter khas Kabupaten Bangka," harap Rustamsyah.

Namun sayangnya tak satu pun dari 20 finalis Bujang Miak itu yang berani menjawab tantangan wabup untuk pidato dengan Bahasa Bangka. Hanya tiga finalis yakni Inong asal Kecamatan Sungailiat, Putri asal Kecamatan Pemali dan Raju asal Kecamatan Belinyu yang bertanya dengan Rustamsyah dengan bahasa daerah masing-masing.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga, Asep Setiawan, mengatakan, pada tahun 2018 nantinya akan ada tambahan penilaian tentang bahasa daerah Bangka dimana para peserta Bujang Miak tidak hanya pandai dalam berbahasa Inggris ataupun bahasa lainnya tapi harus memahami dan bisa berbahasa daerah yang baik dan benar.

"Ini adalah salahsatu yang baru karena bahasa daerah adalah kunci ketika berkomunikasi dengan warga yang menjawab dengan bahasa daerah kita harus menjelaskan dengan tamu agar mengerti," ungkap Asep Setiawan.

Menurutnya, para finalis Bujang Miak perlu menggali potensi seluas-luasnya dari perwakilan masing-masing kecamatan di Kabupaten Bangka agar bisa menciptakan kreasi dan inovasi untuk memajukan Kabupaten Bangka.

Pertemuan ini juga dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Marwan Zahfari, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padli, Staf Ahli Bupati Restunemi dan Zulkarnain Idrus, Sekretaris Dinas Kesehatan Bangka, Harmendo, Kabid Promosi Disparpora Kabupaten Bangka Indrata Yusaka; PPTK Bujang Miak Bangka Paulus dan undangan lainnya.

Penulis: nurhayati
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help