Ini Wasiat Depati Bahrin Kepada Keturunannya yang Disampaikan Saat Mandi Belimau

H Ilyasa menegaskan bahwa mandi belimau ini jangan dianggap bidaah tetapi mengambil hikmahny

Ini Wasiat Depati Bahrin Kepada Keturunannya yang Disampaikan Saat Mandi Belimau
bangkapos/nurhayati
H Ilyasa saat memimpin prosesi adat Mandi Belimau yang dimulai dari Wakil Gubernur Babel H Abdul Fatah, Minggu (21/5/2017) di areal Pemakaman Depati Bahrin. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA - "Di mana bumi yang kamu pijak di situ langit dijunjung. Jangan kamu menuntut harta kekayaanku, aku tidak punya harta yang aku miliki sepatah ilmu semangat perjuangan untuk meneruskan pembangunan nasional yaitu baik jasmani rohani, lahiriah batianiah. Berbaktilah kepada Allah selagi hidup sebelum mati, taati ibu bapakmu sebelum ia meninggal dunia, patuhlah kepada yang mengajarkanmu, hormatkanlah kepada pemerintah selagi ia pemimpin kamu."

Itulah nasehat Depati Bahrin kepada anak cucu keturunannya dan masyarakat yang disampaikan H Ilyasa saat memimpin prosesi adat Mandi Belimau di Makam Depati Bahrin di Dusun Limbung Desa Kimak Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka, Minggu (21/5/2017).

Menurut Ilyasa tidak ada yang berkuasa di dunia ini kecuali Allah.

Dia menegaskan bahwa mandi belimau ini jangan dianggap bidaah tetapi mengambil hikmahnya karena kegiatan hanya untuk meningkatkan amal ibadah kepada Allah.

"Mandi Belimau kita ambil hikmah-hikmahnya dan kebijaksanaannya. Pertama kita untuk meningkatkan amal ibadah badaniah kita kepada Allah dan kedua ibadah bi'liah kita kepada Allah, yang ketiga ibadah qolbiah kita kepada Allah, keempat ibadah wamalliah kita kepada Allah," pesan Ilyasa yang meminta masyarakat banyak mengingat Allah.

Dia juga berpesan agar ingat berbakti kepada orang tua dan menghargai jasa para pahlawan.

Menurutnya negeri akan jaya jika ingat jasa para pahlawan. Ini merupakan hikmah dari upacara adat Mandi Belimau.

"Jangan sampai mengatakan ini adalah bidaah. Kita ambil hikmahnya," pesan Ilyasa.

Prosesi adat ini diawali dengan pembacaan doa untuk keturunan Depati Bahrin. Setelah itu mengaduk air yang berada di dalam dua kendi berwarna coklat tua.

Kemudian Wakil Gubernur Babel terpilih H Abdullah Fatah memulai prosesi ini dengan membasuh kedua tangan lalu membasuh wajahnya dengan air yang dituangkan Ilyasa dari gayung tempurung kelapa.

Selanjutnya H Ilyasa membacakan doa lalu menguyur air diatas kepala Fatah.

Prosesi ini disusul dengan Dirbinmas Polda Babel Kombes (Pol) Badya Wijaya, Wakil Bupati Bangka Rustamsyah, anggota DPRD Babel Saidi KM serta undangan lainnya dan masyarakat yang hadir pada upacara adat Mandi Belimau.

Penulis: nurhayati
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved