BangkaPos/

Mengintip Kentalnya Aroma Mistis Perang Ketupat Tempilang, sang Dukun pun Tiba-Tiba Kesurupan

Konon menurut cerita ritual Penimbongan bertujuan memberi makan makhluk halus yang dipercaya bertempat tinggal di darat

Mengintip Kentalnya Aroma Mistis Perang Ketupat Tempilang, sang Dukun pun Tiba-Tiba Kesurupan
bangkapos.com/Anthoni
Puluhan Dukun yang tengah mengadakan ritual Penimbongan dalam pesta adat perang ketupat 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- "Gendang panjang, gendang Tempilang
Gendang disambit, kulet belulang
Tari kami tari Serimbang,
Tari untuk nyambut, tamu yang datang pada
perang ketupat"

Begitulah sekelumit pantun dan ritual yang di ucapkan seorang dukun pada pesta adat perang Ketupat di pantai pasir Kuning Tempilang, kabupaten Bangka Barat, Minggu (21/5/2017)

Ritual iringi syair lagu Timang Burong, (Menimang Burung) pengiring tari serimbang lembut dilantunkan.

Baca: Awas Bisa Buta Mendadak, Ini 7 Hal yang Bisa Terjadi Karena Gunakan Ponsel Sebelum Tidur

Lagu Timang Burong diiringi suara gendang penabuh serta alunan dawai mengiringi liuk gerak sejumlah penari remaja yang menyambut tamu.

Dua kelompok warga saling lempar ketupat pada puncak acara adat Perang Ketupat di Pantai Pasir Kuning Desa Airlintang Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung, Minggu (29/5/2016).
Dua kelompok warga saling lempar ketupat pada puncak acara adat Perang Ketupat di Pantai Pasir Kuning Desa Airlintang Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung, Minggu (29/5/2016). (Bangkapos.com/Iwan Satriawan)

Ritual tersebut di kenal dengan nama Penimbongan, yang di lakukan sebelum acara puncak perang ketupat.

Konon menurut cerita ritual Penimbongan bertujuan memberi makan makhluk halus yang dipercaya bertempat tinggal di darat.

Sesajen berupa buah, sayur dan daging ini diletakkan di atas penimbong atau rumah-rumahan dari kayu menangor.

Baca: Bikin Merinding, Foto Perempuan ini Ditemukan di Kuburan, Diikat Benang dan Ditusuk Jarum

Halaman
1234
Penulis: oni
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help