BangkaPos/

Mengintip Kentalnya Aroma Mistis Perang Ketupat Tempilang, sang Dukun pun Tiba-Tiba Kesurupan

Konon menurut cerita ritual Penimbongan bertujuan memberi makan makhluk halus yang dipercaya bertempat tinggal di darat

Mengintip Kentalnya Aroma Mistis Perang Ketupat Tempilang, sang Dukun pun Tiba-Tiba Kesurupan
bangkapos.com/Anthoni
Puluhan Dukun yang tengah mengadakan ritual Penimbongan dalam pesta adat perang ketupat 

Tak berapa lama, suara peluit menggema menandakan di mulainya pesta adat perang ketupat.

Dua kelompok pemuda itu lalu saling serang dan lempar menggunakan ketupat tersebut.

Kubangan debu membuat ritual semakin semarak. Seluruh pandangan pengunjung tertuju pada dua kelompok yang saling serang menggunakan ketupat itu.

Selang beberapa saat, genderang peluit kembali berkumandang menandakan berakhirnya pesta adat perang ketupat. Usai perang ketupat, ritual dilanjutkan pengarakan sesajen ke tengah laut.

" Upacara Ngancak ini dimaksudkan memberi makan kepada makhluk halus penunggu laut agar laut tetap terjaga, hasil melaut melimpah dan di jauhkan dari musibah," ujar salah satu dukun yang berada di atas panggung acara, Minggu (21/5/2017).

Bupati Bangka Barat, H Parhan Ali menghadiri pesta adat Perang Ketupat, di Kecamatan Tempilang, Minggu (21/5/2017) pagi.

Gubernur dan Bupati Hadiri Pesta Adat Perang Ketupat Tempilang
Gubernur dan Bupati Hadiri Pesta Adat Perang Ketupat Tempilang (bangkapos.com/Anthoni)

Sejak pukul 06.00 rombongan kepala SKPD, asisten, staf ahli, kepala badan, pranata humas, Diskominfo, berkumpul di rumah dinas bupati di Jalan Jendral Sudirman, Muntok.

Ratusan warga dari berbagai penjuru berbondong-bondong memadati pantai Pasir Kuning yang mejadi tempat ritual dan pesta ada Perang Ketupat.

Tingginya animo masyarakat, membuat ruas jalan menuju Pantai Pasir Kuning tersendat.

Sejumlah anggota kepolisian lalulintas Polres Babar di bantu jajaran Polsek Tempilang, tampak sibuk mengurai kemacetan lalu lintas.

Halaman
1234
Penulis: oni
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help