Pengacara Akui Silvi Bikin Sendiri Program Bansos Karena Alasan Ini

Paling atasan Silvi cuma bilang bahwa ada satu, dua Bansos. Hingga akhirnya Silvi buat sendiri

Pengacara Akui Silvi Bikin Sendiri Program Bansos Karena Alasan Ini
ilustrasi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Jailani, Pengacara (PH) Mantan Bendahara DPP-KAD Bangka, mengaku sudah mengetahui kedatangan BPK RI ke Bangka, terkait audit kerugian negara yang diduga melibatkan kliennya.

"Itu pemeriksaan pendalaman (BPK RI), untuk mengetahui sebenarnya berapa kerugian negara. Ini permintaan Kasi Pidsus (Kejari Bangka) terhadap BPK Pusat (untuk audit kerugian negara). Karena yang menentukan berapa kerugian negara, adalah BPK Pusat," kata Jailani dikonfirmasi Bangka Pos Group, Senin (22/2/2017).

Jailani mengatakan, Audit BPK RI terhadap kerugian negera dalam kasus dugaan penyelewengan dana Bansos di DPP-KAD Bangka, masih berlangsung.

"Dan hasil pemeriksaan belum keluar, karena kelihatannya masa tugasnya (BPK RI) dalam mengaudit keruigaian negara sampai Tanggal 25 Mei nanti," kata Jailani menyebut, masa audit BPK RI, selama 15 hari.

Di balik proses audit kerugian negara pada kasus yang menyeret nama kliennya, Jailani berharap proses hukum berlanjut tak hanya sebatas pada Silvi Prihartini.

"Karena saya juga mohon bagaimana peranan daripada atasan Silvi terhadap kasus ini. Karena selama ini setiap ada proposal masalah Bansos, tidak ada verifikasi dari atasan Silvi. Paling atasan Silvi cuma bilang bahwa ada satu, dua Bansos. Hingga akhirnya Silvi buat sendiri (program Bansosnya). Maka wajar saja kalau begitu (indikasi tipikor), karena tidak ada pengawasan sama sekali dari atasan," keluhnya.

Sebelumnya disebutkan, Jaksa kembali memanggil Silvi Prihartini, mantan Bendahara Kantor DPP-KAD Kabupaten Bangka.

Perempuan muda itu menjalani pemeriksaan tambahan di Kantor Kejari Bangka, terkait dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial (Bansos), Rp 1,9 miliar.

Pemeriksaan lanjutan pada mantan bendahara DPP-KAD Bangka itu, terkait adanya dugaan penyelewengan dana yang disebut-sebut dilakukan oleh oknum Bendahara DPP-KAD Bangka, yang dimaksud, Silvi Prihartini (SP).

Kasus ini dimulai dari penyelidikan, beberapa bulan terakhir. Berbagai pihak telah dimintai keterangan. Selain pengumpulan keterangan (Pubaket), jaksa juga mengumpulkan berbagai data (Puldata).

Proses hukum dari penyelidikan naik ke tingkat penyidikan.

Buntuitnya, pegawai 'cantik' itu digembar-gemborkan merupakan satu dari sekian pelaku, yang diduga menilep dana negara, Rp 1,9 miliar.
Namun dugaan itu, belum dapat dibuktikan, karena kasusnya belum sampai ke meja hijau.

Penulis: ferylaskari
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved