Adi Raih Predikat Mahasiswa Terbaik Gara-gara Telur Bebek

Universitas Lampung (Unila) kembali menggelar prosesi wisuda bagi mahasiswanya.

Adi Raih Predikat Mahasiswa Terbaik Gara-gara Telur Bebek
Tribun Lampung
Adi Wiranata, mahasiswa terbaik Unila. 

BANGKAPOS.COM, BANDAR LAMPUNG - Universitas Lampung (Unila) kembali menggelar prosesi wisuda bagi mahasiswanya.

Sebanyak 509 mahasiswa yang diwisuda kali. Satu diantaranya dinobatkan sebagai mahasiswa terbaik. Yakni Adi Wiranata dari Prodi Pendidikan Sejarah Falkutas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Wajah sumringah pun terpancar dari wisudawan yang memadati Gedung Serba Guna (GSG) Unila, Rabu (24/5).

Kepada Tribun Adi, sapaan akrabnya, menceritakan pahitnya hidup hingga mendapatkan prestasi tersebut.

Secara finansial dikatakan Adi kalau kedua orangtuanya itu bukanlah orang yang berada.

Semasa dirinya duduk dibangku sekolah dasar (SD) kelas IV, kedua orangtuanya memelihara bebek dan menjual telur untuk biaya pendidikan.

Dirinya rutin setelah pulang sekolah selalu mengurusi puluhan bebek yang dipelihara di belakang rumah.

Diceritakannya selain membayar SPP saat SD dengan telur, semasa SD jika ingin dapat uang jajan dirinya harus membawa satu telur dan dijual seharga Rp 800 ke warung.

Kemudian saat duduk dibangku kuliah ayah dan ibundanya beralih sebagai sebagai petani padi di daerah ujung Kabupaten Lampung Barat.

Hingga akhirnya alumnus SMA Negeri 1 Sukau Lampung Barat ini diterima melalui jalur SNMPTN dan mendapatkan beasiswa Bidikmisi dari pemerintah.

"Berkat telur bebek ini saya bisa duduk dibangku perguruan tinggi ini dan tak pernah saya malu akan profesi orangtua saya," kata sibungsu pasangan Hidiri dan Lila Sumiyati.

"Jadi selama 3,5 tahun ini saya berkuliah ini saya dibiayai kuliahnya oleh pemerintah dan sangat terbantukan," ujarnya peraih juara penulisan kisah inspiratif yang digelar di Universitas Teknologi Yogyakarta pada 2013 silam dengan judul karya aku dan tangan anehku.

Setelah lulus ini dirinya ingin sekali ingin melanjutkan ke magister ilmu sejarah di Universitas Negeri Semarang (UNS). Dengan keterbatasan finansial dirinya akan mencari beasiswa untuk bisa mengembangkan ilmu sarjananya. (bayu saputra)

Editor: edwardi
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help