BangkaPos/

Ingat, Selama Ramadan Inilah Dia 11 Amalan Sunnah yang Jangan Sampai Ditinggalkan

dalam menjalankan ibadah di bulan ramadan ada beberapa amalan sunnah yang sering ditinggalkan

Ingat, Selama Ramadan Inilah  Dia 11 Amalan Sunnah yang Jangan Sampai Ditinggalkan
nahimunkar.com
Buka puasa terbesar, sekitar 300 ribu muslim berbuka tiap hari selama Ramadan di Masjid Nabawi Madinah. 

Perlu dicatat, bahwa salah satu waktu yang mustajab untuk berdo'a adalah ketika hendak berbuka puasa. Hal ini seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, "Ada tiga orang yang do'anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do'a orang yang terdzolimi. (HR. Tirmidzi)

Ketika berbuka puasa adalah waktu terkabulnya do’a karena ketika itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika berbuka beliau membaca do'a berikut ini, "Dzahabazh zhoma'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)."

Atau dengan doa buka puasa "Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthortu (Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka)"
"Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa'ala rizqika afthortu"

4. Tadarus Al-Quran dan Mengkhatamkannya

Salah satu amalan sunnah di bulan Ramadhan adalah Tadarus Al-Quran dan Mengkhatamkannya, Di bulan Ramadhan inilah Al Quran diturunkan pada kita. Oleh sebab itu aktifitas mengaji, tadarusan, sekaligus mengkaji isi dari bacaan Al-Quran termasuk amalan yang disunnahkan.

Ibnu 'Abbas Radhiallahu 'Anhuma menceritakan: "Jibril menemuinya pada tiap malam-malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Quran bersamanya." (HR. Bukhari)

Imam An-Nawawi Rahimahullah menceritakan dalam kitab At Tibyan fi Aadab Hamalatil Quran, bahwa diriwayatkan oleh As Sayyid Al-Jalil Ahmad Ad Dawraqi dengan sanadnya, dari Manshur bin Zaadaan, dari para ahli ibadah tabi'in -semoga Allah meridhainya- bahwasanya di bulan Ramadhan dia mengkhatamkan Al-Quran antara Dzuhur dan Ashar, dan juga mengkhatamkan antara Maghrib dan Isya, dan mereka mengakhirkan Isya hingga seperempat malam.

Imam Abu Daud meriwayatkan dengan sanad yang shahih, bahwa Mujahid mengkhatamkan Al-Quran antara Maghrib dan Isya. Dari Manshur, katanya bahwa Al-Azdi mengkhatamkan Al-Quran setiap malam antara Maghrib dan Isya pada bulan Ramadhan.

Ibrahim bin Sa'ad menceritakan: bahwa ayahku kuat menahan duduk dan sekaligus mengkhatamkan Al-Quran dalam sekali duduk. Ada pun yang sekali khatam dalam satu rakaat shalat tidak terhitung jumlahnya karena banyak manusia yang melakukannya, seperti Utsman bin 'Affan, At Tamim Ad Dari, Sa'id bin Jubeir -semoga Allah meridhai mereka- yang khatam satu rakaat ketika shalat di dalam Ka'bah.

Halaman
1234
Penulis: Iwan Satriawan
Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help