BangkaPos/

Ingat, Selama Ramadan Inilah Dia 11 Amalan Sunnah yang Jangan Sampai Ditinggalkan

dalam menjalankan ibadah di bulan ramadan ada beberapa amalan sunnah yang sering ditinggalkan

Ingat, Selama Ramadan Inilah  Dia 11 Amalan Sunnah yang Jangan Sampai Ditinggalkan
nahimunkar.com
Buka puasa terbesar, sekitar 300 ribu muslim berbuka tiap hari selama Ramadan di Masjid Nabawi Madinah. 

Ada juga yang khatam dalam sepekan, seperti Utsman bin 'Affan, Ibnu Mas'ud, Zaid bin Tsabit, Ubai bin Ka'ab, dan segolongan tabi'in seperti Abdurrahman bin Yazid, Al-Qamah, dan Ibrahim -semoga Allah merahmati mereka semua. (Lengkapnya lihat Imam An-Nawawi, At Tibyan, Hal. 60-61)

Allah SWT berfirman: "Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)." (QS. Al-Baqarah (2): 185)

Tepatnya, Al-Quran diturunkan selama dua tahap sebagaimana dikatakan Ibnu 'Abbas dan Asy Sya'bi Radhiallahu 'Anhuma. (Rinciannya lihat dalam Tafsir Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari, Jami'ul Bayan, 24/531-532)

Tahap pertama, pada malam qadar (Lailatul Qadr) Al-Quran diturunkan dalam satu kesatuan dari Lauh Mahfuzh ke langit dunia. Allah 'Azza wa Jalla berfirman: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada Lailatul Qadar (malam kemuliaan)." (Al-Qadr: 1)

Tahap kedua diturunkan secara bertahap, sejak 17 Ramadhan, hal ini diterangkan oleh ayat:

"Ketahuilah, Sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, Maka Sesungguhnya seperlima untuk Allah, rasul, Kerabat rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, Yaitu di hari bertemunya dua pasukan. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (Al-Anfal: 41)

5. Berdakwah / Menyebarkan Ilmu Syar'i

Gunakanlah bulan Ramadhan untuk berbagi kebaikan dan menyebarkan ilmu-ilmu yang syar'i. Dengan itu kita bisa mengajak orang di sekitar untuk berubah agar menjadi baik. Contohnya simple, bagikan saja artikel ini pada teman-teman di sosial media seperti Facebook, Twitter dan sebagainya.

Firman Allah SWT, "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, Dan merekalah orang-orang yang beruntung." (QS. Al-Imran 104)

Namun berdakwah atau menyebar kebaikan juga harus punya landasan dalil yang jelas baik secara naqli dan aqli. Jangan latah share, kemudian ikut menyebarkannya tanpa melihat tulisannya terlebih dahulu.

6. Memberikan Makanan Berbuka Puasa (Ith'amu ath-tha'am)

"Barang siapa yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu." (HR. Tirmidzi)

7. Shalat Tarawih

Shalat tarawih merupakan salah satu ibadah sunah yang dilakukan di bulan Ramadhan.Shalat tarawih tidak harus dikerjakan di masjid. Namun juga bisa dikerjakan sendiri atau berjamaah dengan keluarga di rumah.

Rasulullah sendiri pernah merasa khawatir ketika melaksanakan shalat tarawih di masjid selama 3 hari berturut-turut secara berjamaah, Beliau takut jika nantinya shalat tarawih ini dianggap sebagai shalat yang wajib di lakukan berjamaah dan harus bertempat di masjid. Sehingga setelah itu beliau melaksanakan sholat tarawih di rumah.

8. Lebih banyak berderma dan bersedekah di bulan Ramadhan

Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata,

"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar melakukan kebaikan. Kedermawanan (kebaikan) yang beliau lakukan lebih lagi di bulan Ramadhan yaitu ketika Jibril 'alaihis salam menemui beliau. Jibril 'alaihis salam datang menemui beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al Qur'an) hingga Al Qur'an selesai dibacakan untuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Apabila Jibril 'alaihi salam datang menemuinya, beliau adalah orang yang lebih cepat dalam kebaikan dari angin yang berhembus." (HR. Bukhari)

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lebih banyak melakukan kebaikan di bulan Ramadhan. Beliau memperbanyak sedekah, berbuat baik, membaca Al Qur';an, shalat, dzikir dan i'tikaf." (Zaadul Ma'ad, 2/25)<

Dengan banyak bersedekah seperti memberi makan berbuka dan sedekah sunnah dibarengi dengan berpuasa itulah jalan menuju surga. (Lathoif Al Ma'arif, 298)

Dari 'Ali, ia berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya." Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari diwaktu manusia pada tidur." (HR. Tirmidzi)

"Suatu ketika Rasulullah pernah ditanya, Sedekah manakah yang lebih utama? Beliau menjawab: Sedekah di bulan Ramadhan." (HR. Tirmidzi)

9. I'tikaf

I'tikaf merupakan sebuah perbuatan berdiam diri di masjid dengan tujuan untuk beribadah. Hal ini sering sekali di lakukan oleh Rosululllah pada waktu itu yakni pada awal, pertengahan dan paling sering 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Akan tetapi, ibadah ini kerap kali di anggap berat oleh umat muslim, sekarang semakin dikit orang yang melakukan i'tikaf di masjid.

Padahal ibadah ini sangat baik dan pernah di komentari oleh Imam Az-Zuhri, "Aneh benar keadaan orang Islam, mereka meninggalkan i'tikaf padahal Rasulullah tidak pernah meninggalkannya sejak beliau datang ke Madinah sampai beliau wafat."

10. Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Dengan kasih sayang dan rahmat-Nya, Allah Ta'ala menghadiahkan kita satu malam yang istimewa di bulan Ramadhan, malam yang barangsiapa menghidupkannya, akan diampuni dosanya yang telah lalu (HR. Bukhari).

Bahkan mendapat pahala yang berlipat ganda yang lebih baik dari amalan seribu bulan. Pahala seperti ini hanya ada pada malam itu. Allah Ta'ala berfirman tentangnya (yang artinya), "Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al Qadar : 3).

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam menghidupkan malam laitul qadar dan menganjurkan pad akita untuk menghidupkannya.

Oleh karena itu, marilah kita berlomba-lomba untuk menghidupkan malam laitul qadar dengan memperbanyak amalan-amalan di bulan Ramadhan.

11. Umroh di Bulan Ramadhan

Jika anda diberi kelapangan rezeki di bulan Ramadhan ini, Gunakanlah rezeki tersebut untuk pergi umroh, karena pahalanya berlipat ganda bahkan setara dengan haji. Insya Allah akan diganti dengan yang lebih besar dari Allah.

Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bertanya pada seorang wanita, "Apa alasanmu sehingga tidak ikut berhaji bersama kami?"

Wanita itu menjawab, Aku punya tugas untuk memberi minum pada seekor unta di mana unta tersebut ditunggangi oleh ayah fulan dan anaknya -ditunggangi suami dan anaknya-. Ia meninggalkan unta tadi tanpa diberi minum, lantas kamilah yang bertugas membawakan air pada unta tersebut. Lantas Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika Ramadhan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan haji." (HR. Bukhari)

Dalam lafazh Muslim disebutkan, "Umrah di bulan Ramadhan setara dengan haji." (HR. Muslim)

Dalam lafazh Bukhari yang lain disebutkan, "Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku." (HR. Bukhari)

Nah, ingat ya, semoga kita mampu mengerjakan amalan tersebut dengan niat ikhlas dan mengharap ridho Allah SWT. (*)

Penulis: Iwan Satriawan
Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help