Jasa Raharja Gelar Sosialisasi Kenaikan Dana Santunan 100 Persen

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Jasa Raharja, praktisi, dan dirlantas.

Jasa Raharja Gelar Sosialisasi Kenaikan Dana Santunan 100 Persen
Bangkapos/khamelia
Foto bersama Kepala Cabang PT Jasa Raharja dan staf saat menggelar konferensi pers, Rabu (24/5), di Istana Laut Restauran. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Khamelia

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Mulai 1 Juni 2017, PT Jasa Raharja (Persero) menaikkan santunan bagi korban kecelakaan penumpang umum dan korban kecelakaan lalu lintas jalan.

Kebijakan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 dan nomor 16 tahun 2017. Untuk mensosialisasikan program tersebut, Jasa Raharja akan menggelar kegiatan diskusi yang berlangsung, Senin (29/5), di Hotel Santika Bangka.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Jasa Raharja, praktisi, dan dirlantas.

"Acara diskusi bertujuan untuk menginformasikan secara langsung kepada masyarakat bahwa mulai 1 Juni 2017 pemerintah menaikkan dana santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas sebesar 100 persen, tanpa menaikkan iuran wajib dan sumbangan," ujar Kepala Cabang Jasa Raharja Bangka Belitung, Dodi Apriansyah kepada wartawan saat menggelar jumpa pers, Rabu (24/5), di Restoran Aroma Laut Pangkalpinang.

Dodi menegaskan kenaikan santunan tersebut tidak diikuti dengan kenaikan iuran dari masyarakat sehingga diharapkan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi korban kecelakaan dan ahli waris.

"Diharapkan juga bisa sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan jika korban meninggal dunia," ujar Dodi.

Ia menambahkan, kenaikan santunan setelah mempertimbangkan kondisi keuangan Jasa Raharja yang sangat baik. Selain itu intensitas kecelakaan menurun secada signifikan dari tahun ke tahun, terlihat dari laporan keuangan Jasa Raharja secara nasional.

"Oleh karena itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengeluarkan peraturan baru terkait besaran 100 persen kenaikan santunan ini," kata Dodi.

Berikut perubahan besaran santunan dana kecelakaan;

Santunan ahli waris korban meninggal dunia dan korban cacat tetap naik dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta.

Santunan biaya perawatan dokter naik dari Rp 10 juta menjadi Rp 20 juta. Adapun santunan biaya penguburan naik dari Rp 2 juta menjadi Rp 4 juta.

Sementara itu, santunan yang sebelumnya tidak ada, yakni penggantian biaya pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dan penggantian biaya ambulans, mulai diadakan. Besaran penggantian biaya P3K Rp 1 juta dan besaran penggantian biaya ambulans Rp 500 ribu.

Adapun persyaratan pengajuan santunan; laporan kepolisian, surat keterangan kesehatan, surat keterangan meninggal dunia, fotocopy ktp korban/ahli waris, fotocopy buku nikah/akta nikah ahli waris, kuitansi asli rumah sakit/puskesmas/dokter dan apotek.

Penulis: khamelia
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved