Teror Bom di Kampung Melayu

Jusuf Kalla: Membunuh Polisi Sama dengan Beramal adalah Ajaran Sesat

Wapres JK meminta masyarakat aktif mencegah teror, salah satunya dengan memberi ceramah kedamaian kepada masyarakat.

Jusuf Kalla: Membunuh Polisi Sama dengan Beramal adalah Ajaran Sesat
YouTube
Wakil Presiden jusuf Kalla 

BANGKAPOS.COM, MAKASSAR - Teror bom bunuh diri yang menelan korban jiwa di halte Transjakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) malam, menyisakan luka mendalam bagi masyarakat.

Wakil Presiden Jusuf Kalla turut berbelasungkawa atas tragedi yang menyebabkan tiga anggota polisi tewas.

"Pemerintah menyatakan belasungkawa atas tewasnya anggota kepolisian yang menjalankan tugas, dan juga korban lainnya," kata Wapres JK saat ditemui di Makassar, Kamis (25/5/2017).

Baca: PBNU: Bom Bunuh Diri Bagian dari Perjuangan Itu Sesat

Menanggapi teror tersebut, Wapres JK meminta masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan jika mengetahui atau melihat sesuatu yang mencurigakan.

Wapres JK juga meminta masyarakat aktif mencegah teror, salah satunya dengan memberi ceramah kedamaian kepada masyarakat, apalagi saat ini akan memasuki bulan Ramadan.

"Di bulan Ramadan, mesjid dalam ceramahnya harus menekankan arti kedamaian dan kebersamaan kepada masyarakat, dan juga kewaspadaan melihat kondisi seperti ini," ungkap dia.

Baca: Kisah Mengerikan Tukang Ojek Ketiban Bagian Tubuh Korban Bom Panci

Wapres JK mengatakan teror bom yang terjadi adalah ajaran sesat yang harus dicegah menyebar ke masyarakat.

"Ini terjadi juga karena ajaran sesat yang mengangggap membunuh petugas negara, mereka merasa beramal. Padahal mereka akan mendapat balasan tinggi di neraka," ucap dia.  (Tribun Timur/Fahrizal Syam)

Berita ini diterbitkan Tribun Timur dengan judul: Wapres JK: Membunuh Polisi Sama dengan Beramal adalah Ajaran Sesat

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help