BangkaPos/

Antasari Azhar Beri Sinyal Tertarik Turun di Pilbup Belitung 2018

Antasari kemudian memberi sinyal kemungkinan akan 'turun gunung' pada Pemilihan Bupati Belitung 2018 mendatang.

Antasari Azhar Beri Sinyal Tertarik Turun di Pilbup Belitung 2018
Tribun Bogor
Antasari Azhar saat meninggalkan Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2/2017). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPO.COM, SBELITUNG - Mantan Ketua KPK RI bersama sang istri, Ida, dan seorang adik perempuannya tampak santai sambil makan siang di lantai 2 Rumah Makan Fega yang menyajikan panorama Kulong Bandung (Bandung River), Kecamatan Manggar, Belitung Timur, Rabu (24/5) siang lalu.

Lelaki yang semasa kecilnya biasa disapa Ayi itu mengaku berada di Belitung untuk liburan.

Dia sudah lama tak kembali ke Belitung.

Antasari kemudian memberi sinyal kemungkinan akan 'turun gunung' pada Pemilihan Bupati Belitung 2018 mendatang.

"Saya dengar informasi, katanya tahun depan mau Pilkada lagi. Saya pertimbangkan akan maju, rencana itu tadi (soal kritiknya terhadap pariwisata Belitung),"ujar Antasari.

Sekadar informasi, Antasari diketahui juga pernah diberitakan mendapatkan dukungan untuk maju di Pilgub Sumsel 2018 mendatang.

Dukungan itu ia peroleh saat pulang ziarah ke makam orangtuanya di Palembang sekaligus menghadiri acara Universitas Sriwijaya pada November 2016.

Saat itu dia meminta waktu untuk mempertimbangkan permintaan itu.

"Begini, kok Belitung, Pak. Apa gak mau yang lebih besar lagi. Bagi saya, walaupun (wilayahnya) kecil tapi senang di hati kerjanya. Saya ingin. Saya ingin kembali," ujar Antasari menjawab konfirmasi keseriusan pernyataannya itu sebelum kembali ke mobilnya.

Antasari mengaku datang untuk liburan dan karena sudah lama tak menginjakkan kakinya di Negeri Laskar Pelangi.

Sekadar diketahui, Antasari sempat tiga tahun berada di Belitung selama masa SMP-nya karena ikut ayahnya yang bertugas sebagai kepala kantor pajak di Pulau Belitung. Dia menghabiskan masa SMP di SMP Negeri Tanjungpandan (saat ini SMP N 1 Tanjungpandan).

Antasari juga sempat mengomentari dan mengkritik perkembangan pariwisata Belitung.

"Saya jalan keliling Belitung malam hari. Itu masih banyak rumah asli Belitung. Pemda mestinya melalui perda dijaga, diperbaiki, ya tampilkan sedikit kenangan Belitung masa lalu. Ini jadi objek wisata. Sehingga wisatawan tahu Belitung secara utuh siapa Belitung," ujarnya. (*)

Baca sSelengkapnya di Harian Pagi Pos Belitung, Jumat (26/5/2017).

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help