Ikebana Khawatir Pesisir Pantai Rebo Dikuasai Cukong

Jika dibiarkan kawasan Pesisir Pantai Rebo hingga Tanjung Ratu bisa dikapling oleh pihak-pihak tertentu sehingga tidak ada lagi ruang publik.

Ikebana Khawatir Pesisir Pantai Rebo Dikuasai Cukong
Bangkapos.com/Dok
Direktur Utama PT DAK Muhammad Riski bersama Direktur PT DAK Yono, Kepala Bagian Administrasi PT DAK Alex, karyawan PT DAK dan komunitas sepeda, bekerjasama dengan Ikebana menanam bibit magrove di Pantai Rebo Sungailiat, Minggu (31/1/2016). 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pengurus Yayasan Ikatan Keluarga Besar Kenanga (Ikebana) resah karena kawasan konservasi Ikebana untuk konservasi magrove yang selama ini dilakukan di Pesisir Pantai Rebo, dikhawatirkan dikuasai oleh pihak pengusaha.

Pasalnya sudah ada pembuatan jalan dengan penembokan tanah puru hingga menuju ke pantai tersebut dan sudah dimulai akan dikembangkan.

Jika dibiarkan kawasan Pesisir Pantai Rebo hingga Tanjung Ratu bisa dikapling oleh pihak-pihak tertentu sehingga tidak ada lagi ruang publik.

Ketua Yayasan Ikebana Ervawi, khawatir nanti dijadikan kawasan pesisir pantai dijafikan daerah komersil sehingga tidak alami lagi.

Dia juga khawatir nanti magrove yang sudah mereka tanam dan dirawat akan dijarah dan dijadikan berbagai objek wisata.

"Ada keresahan karena kawasan konservasi Ikebana yang dikenal dengan Pantai Mang Kalok. Kita sudah melakukan konservasi selama sekitar tujuh hingga delapan tahun ini. Magrovenya sudah besar-besar sudah dinikmati secara ekonomi masyarakat sudah banyak mencari kehidupan di sana ada kepiting, ikan, lokan, teritip, udang dengan leluasanya masyarakat mencari nafkah di sana. Sekitar sebulan lebih ini kelihatannya ada pembangunan jalan menuju ke pesisir pantai. Kita khawatir sebenarnya untuk akses jalan kita perlukan tapi takutnya ada pihak-pihak yang mengklaim wilayah pesisir pantai itu. Apakah mereka sudah memiliki sertifikat saya kurang paham juga," keluh Ervawi kepada bangkapos.com di Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka, Sabtu (27/5/2017) .

Menurutnya dengan ada akses jalan ini pihaknya khawatir Pesisir Pantai Rebo di kapling menjadi pesisir pantai tertentu sehingga masyarakat mencari kehidupan di sana akan kesulitan masuk ke kawasan konservasi yang telah dilakukan oleh Ikebana.

"Bukan kita tidak welcome dengan pariwisata kita welcome saja dengan pariwisata tapi dulu-dulu waktu tanah itu hancur oleh TI sekitar delapan sampai 10 tahun lalu tidak ada yang melirik satu pun tidak ada yang berkeinginan untuk bangun jalan juga kesulitan," ungkap Ervawi.

Namun konservasinya sudah berjalan bagus dan baik ada keinginan pihak-pihak tertentu untuk memiliki kawasan tersebut.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved