Penerbangan Picu Inflasi Tertinggi di Babel

Tahun 2016, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung termasuk daerah dengan inflasi tertinggi.

Penerbangan Picu Inflasi Tertinggi di Babel
bangkapos.com/Nurhayati
Rapat koordinasi mengenai inflasi, Senin (29/5/2017) di Ruang Rapat Bina Praja Kantor Bupati Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tahun 2016, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung termasuk daerah dengan inflasi tertinggi.

Namun tidak terjadi setiap tahun mengalami inflasi tinggi. Bukan berarti inflasi di Babel sepanjang tahun tinggi dimana justru tahun 2015 inflasi di Babel sangat rendah di bawah empat persen dengan angka 3,5 persen.

"Di 2016 melonjak tinggi menjadi 6,7 persen di Indonesia karena memang bisa jadi base 2015 terlalu rendah sehingga tahun berikutnya ayunannya menjadi besar," jelas Perwakilan Bank Indonesia Kantor Wilayah Bangka Belitung, Sudarta, Senin (29/5/2017) saat rapat koordinasi membahas inflasi daerah di Ruang Rapat Bina Praja Kantor Bupati Bangka.

Selain itu inflasi dipicu oleh angkutan negara. Dari 300 komoditas penyumbang inflasi sekitar 30 persennya dari penerbangan dimana mempengaruhi sekitar 2,4 persen inflasi sedangkan sisanya dipengaruhi komoditas lain.

Namun menurut Sudarta bukan berarti karena penerbangan penyumbang inflasi tertinggi menyebabkan biaya penerbangan mahal tetapi ayunan perubahan harganya yang tinggi yang mempengaruhi inflasi daerah.

Disampaikannya, BPS menghitung seluruh rute penerbangan dan salah satu signifikan perubahan adalah rute Pangkalpinang-Palembang.

Pasalnya ada dua maskapai yang melayani jam 17.00 WIB yakni Lion dan Nam Air dengan harga dibawah Rp 200.000. Namun Desember 2016 Nam Air berhenti tidak melayani rute tersebut sehingga hanya dilayani Lion Air.

"Ini kemudian menjadi penyebabnya jadi Lion Air tak punya saingan. Berapa pun ia jual orang akan beli karena itu jam yang strategis. Banyak yang pulang ke Palembang terutama di Hari Jumat. Harga yang biasanya Rp 170.000 hingga Rp 180.000 bisa naik menjadi Rp 500.000 ketika Desember kenaikannya signifikan," kata Sudarta.

Pada April 2017 ini juga inflasi terbesar masih disumbang oleh angkutan udara karena ayunan perubahan harganya yang signifikan. Apalagi di Bulan Ramadhan menjelang Hari Raya Idul Fitri tekanannya akan semakin besar kendati pada awal Ramadhan pihak maskapai masih cenderung menurunkan harga.

Dimana Lion Air dengan rute Pangkalpinang -Palembang untuk tiket promo pernah menawarkan harga Rp 77.000 dan rute Pangkalpinang-Jakarta Rp 200.00.

Namun menjelang lebaran nanti harga tiket pesawat melonjak tajam.

"Contoh bulan lalu saya berangkat ke Jakarta dapat tiket di kisaran Rp 500.000 naik Garuda itu angka terendah mereka. Pulangnya Rp 1,2 juta naik lebih dari 100 persen. Padahal saya berangkat cuma beberapa hari itulah ayunan ekonominya," jelas Sudarta.

Diakuinya perubahan harga tersebut yang bergejolak. Untuk itu pihaknya bersama BPJS juga masih merundingkan dengan pihak maskapai dan instansi lainnya guna mencari solusi terbaiknya.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help