Kuasa Hukum Rizieq Sebut Alat Bukti Tak Sah Karena Diperoleh Lewat Cara Ilegal

Kapitra Ampera mempertanyakan legalitas penetapan Rizieq Shihab sebagai tersangka oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya

Kuasa Hukum Rizieq Sebut Alat Bukti Tak Sah Karena Diperoleh Lewat Cara Ilegal
Repro/KompasTV
Tim advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), Kapitra Ampera memberikan keterangan kepada wartawan seusai bertemu dengan pimpinan Mahkamah Agung (MA) di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2017) siang. Dengan dikawal polisi dan TNI, 11 perwakilan GNPF MUI yang saat itu menggelar Aksi 55 bertemu dengan pimpinan MA. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA – Anggota tim kuasa hukum imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab, Kapitra Ampera, mempertanyakan legalitas penetapan kliennya sebagai tersangka oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya atas dugaan chating berkonten pornografi.

Menurutnya, dua alat bukti yang didapat penyidik hanya bisa digunakan untuk penetapan tersangka, jika diperoleh dalam hal dan menurut cara yang ditentukan Undang-Undang.

Hal ini diatur dalam Putusan MK No. 21/PUU-XII/2014, frasa “bukti”, “bukti permulaan”, “alat bukti” dianggap sama dan dimaknai dengan minimal 2 alat bukti.

"Dalam hal ini yang menjadi minimal 2 alat bukti untuk dapat digunakan dalam penetapan tersangka, haruslah diperoleh dalam hal dan menurut cara yang ditentukan dalam Undang-Undang," kata Kapitra kepada Tribunnews.com, Rabu (30/5/2017).

Baca: Polda Metro Jaya Terbitkan Surat Perintah Penjemputan Rizieq

Dirinya menjelaskan, dalam penyidikan kasus ini, saat dimintai keterangan Firza Husein yang lebih dulu ditetapkan tersangka, Muchsin Alatas, dan Fatimah (Kak Emma) telah membantah terkait keterlibatan mereka dalam kasus ini seperti halnya yang dituduhkan.

"Bahkan, Fatimah menyatakan bahwa ia ditekan secara psikologis dan digiring oleh penyidik untuk mengakui apa yang dituduhkan terhadap Habib Rizieq. Lantas keterangan saksi mana yang dijadikan dasar alat bukti bagi penyidik dalam menetapkan Habib Rizieq sebagai tersangka?" Kata Kapitra.

Baca: Imam Besar Masjid Istiqlal Yakin Rizieq Hargai Hukum Negaranya Sendiri

Bukti lain yang dimiliki penyidik yakni bukti foto tampilan screenshot yang diduga percakapan antara Habib Rizieq dengan Firza Husein yang mengandung unsur pornografi.

Bukti tersebut kata Kapitra, telah dibantah oleh keduanya dan dinyatakan hanya sebuah rekayasa.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help