Mantan Dosen di Malaysia Dikabarkan Jadi Komandan Resmi ISIS Asia Tenggara

Sebuah portal online Malaysia memberitakan akan ada seorang mantan dosen Universitas Malaya (UM) jadi komandan ISIS di Asia Tenggara

Mantan Dosen di Malaysia Dikabarkan Jadi Komandan Resmi ISIS Asia Tenggara
The Guardian/AFP/Getty Images/Ted Aljibe
Militer Filipina dikerahkan untuk menggempur ISIS di Marawi Filipina. 

Empat orang Malaysia lainnya juga mengikuti dan pergi ke Filipina Selatan untuk melancarkan serangan dan melakukan kegiatan kriminal, termasuk Abu Sayyaf.

Mereka termasuk asistennya Mohd Najib Husen (terbunuh di Filipina), pegawai Dewan Kota Selayang Muhammad Joraimee Awang Raimee, dan anggota Darul Islam Sabah Mohd Amin Baco dan Jeknal Adil.

Laporan tersebut mengutip kepala Divisi Kontra Terorisme Cabang Khusus Wakil Komunis Ayob Khan Mydin Pitchay yang mengatakan Mahmud diketahui tergabung dengan Abu Sayyaf.

"Namun, kami masih berusaha mengumpulkan cukup intelijen untuk mengungkap militan Malaysia yang terlibat di sana (Mindanao)," katanya kemarin.

Ayob menambahkan dia menduga tujuan Mahmud terletak pada dirinya menjadi pemimpin IS di Filipina Selatan.

Menurut laporan tersebut, Mahmud diyakini saat ini bersembunyi di Kota Marawi yang sedang melihat pertempuran antara tentara Filipina dan kelompok Maute yang telah berjanji setia kepada IS.

Kelompok ini adalah kelompok radikal baru yang terdiri dari mantan gerilyawan Front Pembebasan Islam Moro dan beberapa pejuang asing.

Konfrontasi tersebut dilaporkan merenggut nyawa 44 orang, termasuk dua warga Malaysia.

Laporan tersebut juga mengutip sumber-sumber yang mengatakan bahwa kelompok Maute memiliki banyak orang Malaysia, Singapura, Indonesia, dan Filipina lokal yang mencakup mantan orang Kristen yang masuk Islam.

Namun mereka tidak bisa memperkirakan jumlah pasti orang Malaysia di sana.

Bintang tersebut sebelumnya melaporkan dua orang Malaysia terbunuh dalam pertempuran Marawi sebagai Abdurahman Asmawi dari Kelantan dan Kamsa Yahya dari Kedah.

Pertarungan tersebut dilaporkan meletus pada hari Selasa ketika pihak berwenang Filipina menyerbu jalan-jalan Marawi untuk mencari Isnilon dan pengikutnya di kelompok Maute. (TribunWow.com/Tinwarotul Fatonah)

Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved