Pengakuan Terdakwa Pembunuhan, Mata Saya Dilakban, Kaki Dua Kali Ditembak

Asep Saputra dan Rezi Sandra, dua terdakwa pembunuhan terhadap korban Santri Aji, membacakan pembelaan

Pengakuan Terdakwa Pembunuhan, Mata Saya Dilakban, Kaki Dua Kali Ditembak
Yurike Budiman/Tribunnews.com
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, LAMPUNG - Asep Saputra dan Rezi Sandra, dua terdakwa pembunuhan terhadap korban Santri Aji, membacakan pembelaan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (30/5/2017).

Ada pengakuan mengejutkan yang diutarakan Asep bertalian dengan proses hukum yang dihadapinya selama di tangan penyidik kepolisian.

Asep mengalami kekerasan saat proses penyidikan di kepolisian.

Saat ditangkap, mata Asep dilakban. Aparat kepolisian lalu membawanya ke suatu tempat yang tidak diketahui.

“Di tempat itu kaki saya ditembak dua kali sampai proyektilnya masih menyangkut di kaki saya,” ujar Asep.

Tidak hanya itu, Asep mengatakan, aparat kepolisian juga memaksa dirinya mengakui barang bukti senjata tajam yang disita polisi sebagai alat yang ia gunakan untuk membunuh Santri Aji.

Menurut Asep, barang bukti itu bukanlah alat yang digunakan untuk menusuk Asep.

“Saya dipaksa oleh polisi untuk mengakui senjata tajam itu. Jika saya tidak mau mengaku, mereka mengancam menembak saya,” kata Asep.

Indah Meylan, pengacara kedua terdakwa, juga mengungkapkan keanehan saksi Eka.

“Eka adalah saksi utama dalam perkara ini tapi dia tidak pernah dihadirkan di persidangan,” tutur dia.  

Halaman
12
Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved