BangkaPos/

Poltracking Ngaku Hanya Melakukan Survei, Bantah Jadi Konsultan Udin

Isu yang beredar bahwa Poltracking telah menjadi konsultan politik Saparuddin (Udin) tidaklah benar

Poltracking Ngaku Hanya Melakukan Survei, Bantah Jadi Konsultan Udin
Lembaga Survei Poltracking Indonesia 

BANGKAPOS.COM --Manajer Riset Poltracking Indonesia, Ali Rif’an, menegaskan bahwa untuk Pilkada Kota Pangkalpinang 2018 mendatang, Poltracking saat ini hanya melakukan survei.

Isu yang beredar bahwa Poltracking telah menjadi konsultan politik Saparuddin (Udin) tidaklah benar.

“Terkait kabar yang berhembus bahwa Poltracking sudah jadi konsultannya Pak Udin, itu tidak benar. Saat ini Poltracking belum mendampingi siapapun di Pangkalpinang. Memang bebarapa waktu lalu kami melakukan survei,” kata Ali Rif’an melalui sambungan telepon, Kamis (1/6/2017).

Klarifikasi itu disampaikan setelah pada hari Kamis, 25 Mei 2017 lalu, Bangka.tribunnews.com mengangkat berita berjudul “Udin Nyatakan Niat Maju Pilkada Pangkalpinang”. Dalam berita itu disebutkan bahwa Udin telah menggunakan jasa konsultan politik, yakni Poltracking.

“Usul seorang petinggi partai saya gunakan konsultan politik. Hasil survei dari Poltracking sudah disampaikan,” demikian penggalan kalimat Saparudin yang dimuat Bangka Pos.

Ali mengaku beberapa waktu lalu, sejumlah tokoh yang hendak maju di Pilkada Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitung, intens berkomunikasi dengan Poltracking. Mereka menginginkan Poltracking berkenan mendampingi dalam Pilkada.

“Memang hari-hari ini banyak tokoh yang hendak maju di Pilkada, intens berkomunikasi dengan Poltracking. Mereka ingin supaya Poltracking berkenan mendampingi,” terang Ali.

Lebih lanjut Ali menambahkan, sebagai lembaga survei yang selama ini dikenal punya reputasi teruji, baik hasil surveinya, quick count ataupun pendampingan kandidat, Poltracking selalu punya syarat dan rumus tersendiri dalam memilih kandidat yang akan didampinginya.

Misalnya apakah kandidat tersebut punya kemampuan memimpin dan benar-benar punya niat baik untuk memperbaiki daerah atau tidak. Jika tidak sesuai persyaratan itu, Poltracking biasanya menolaknya.

“Kami punya perhitungan dan rumus tersendiri dalam memilih kandidat yang akan kami dampingi. Misalnya apakah kandidat itu mampu memimpin dan ingin benar-benar jadi pelayan masyarakat atau tidak. Itulah yang menjadi pertimbangan penting bagi kami sebelum memutuskan,” tambah Ali.

Seperti diketahui, sebelumnya, pada Pilkada Bangka Belitung 2017 lalu, Poltracking Indonesia telah sukses dalam menghantarkan Erzaldi Rosman sebagai Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Poltracking memilih Erzaldi karena sosoknya yang berprestasi dan punya tekat bulat untuk membangun Bangka Belitung.(*)

Penulis: Dody
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help