Bulan Mei 2017, Pangkalpinang Alami Deflasi, Tanjungpandan Malah Inflasi

Kota Pangkalpinang mengalami deflasi sebesar 0,93 persen sementara Tanjungpandan mengalami inflasi sebesar 0,90 persen pada Mei 2017

Bulan Mei 2017, Pangkalpinang Alami Deflasi, Tanjungpandan Malah Inflasi
Bangka Pos / Nordin
Darwis Sitorus, Kepala BPS provinsi Babel, Senin (1/2/2016) 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Berdasarkan Rilis Badan Pusat Statistik (BPK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kota Pangkalpinang mengalami deflasi sebesar 0,93 persen sementara Tanjungpandan mengalami inflasi sebesar 0,90 persen pada Mei 2017.

Deflasi di Kota Pangkalpinang terjadi karena adanya penurunan harga kelompok bahan makanan sebesar 0,07 persen diikuti kelompok makanan jadi, kelompok sandang dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan.

Sedangkan inflasi di Tanjungpandan terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada enam kelompok pengeluaran seperti kelompok bahan makanan sebesar 1,23 persen, kelompok makanan jadi, kelompok perumahan air, listrik dan bahan bakar, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,85 persen.

Hanya kelompok sandang yang mengalami penurunan harga sebesar 0,42 persen.

Kota Pangkalpinang dan Tanjungpandan silih berganti mengalami kondisi deflasi dan inflasi. Padahal meski terpisah dalam dua pulau, keduanya merupakan bagian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kepala BPS Provinsi Bangka Belitung Darwis Sitorus menjelaskan adanya situasi kenaikan dan penurunan harga barang dari dua daerah ini didorong oleh faktor kebutuhan yang meningkat.

Ia menuturkan bulan Mei, Pangkalpinang deflasi karena tarif angkutan udara menurun. Sementara Tanjungpandan mengalami inflasi karena naiknya bahan makanan, kelompok bumbu-bumbuan dan kenaikan tarif angkutan udara.

"Saya kira pengaruh (kenaikan harga) di Belitung itu karena sudah termasuk destinasi wisata. Kalau Pangkalpinang urusannya masih untuk bisnis. Kedua pasokan distribusi pemasok bahan makanan di Pangkalpinang dan Tanjungpandan juga beda,"ujar Kepala BPS Babel Darwis saat ditemui Bangka Pos, Jumat (2/6).

Kenaikan tarif listrik sebelumnya juga sudah diperkirakan memiliki andil inflasi. Sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air naik sebesar 4,44 persen di di Tanjungpandan. Sedangkan di Kota Pangkalpinang sub kelompok ini naik 3,04 persen.(*)

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved