Makanan Berbuka Puasa Jangan Berlebihan, Dianjurkan Kurma atau Air Putih

Bulan puasa Ramadan merupakan bulan penuh keberkahan dan kesabaran. Banyak ujian dan cobaan juga yang dihadapi oleh umat muslim

Makanan Berbuka Puasa Jangan Berlebihan, Dianjurkan Kurma atau Air Putih
bangkapos.com/Edwardi
Kegiatan buka puasa bersama di Masjid An Nur Sungailiat 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bulan puasa Ramadan merupakan bulan penuh keberkahan dan kesabaran. Banyak ujian dan cobaan juga yang dihadapi oleh umat muslim yang menjalankan ibadah puasa ini.

"Bulan Ramadhan maknanya menahan, artinya menahan itu banyak yang ditahan, seperti menahan diri tidak makan, tidak minum di siang hari, tidak bersetubuh, menahan gejolak jiwa, menahan mata, menahan hati, pandangan dan termasuk makan juga," ungkap Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangka, KH. Saiful Zohri, Jumat (2/6/17) di Sungailiat.

Mengenai berbuka puasa, Saiful Zohri mengambil kisah dari Rasullulah dan para sahabat nabi. Diuraikannya, nabi dulu, ketika waktu berbuka puasa, cukup dengan satu atau dua butir kurma ditamabh dengan air putih.

"Dianjurkan kurma, atau air putih untuk membuka puasanya, tidak berlebihan, dan inilah sunnah yang sesungguhnya," ungkapnya.

Namun sekarang ini, banyak sebagian masyarakat membuka puasanya dengan makanan dan minuman yang berlebih terkadang terbuang percuma tidak dimakan.

"Di kita ini karena budaya, maka setiap ramadhan mulai muncul makanan dan minuman untuk takjil, karena budaya kita masih budaya konsumtif, jadi untuk memuaskan hati kita, seharian menahan tidak makan dan minum, habis-habisan sehingga tidak dimakan dan mubazir," terangnya.

Dijelaskan Saiful Zohri lagi, bulan ramadhan ini intinya merupakan bulan yang berkah, termasuk makannya, bukan banyaknya.

"Jadi sekuat apapun kita berpuasa, kita dianjurkan untuk bermunajat kepada Allah SWT, minta berkah, ada doanya, sehingga walaupun makan sedikit minta berkah, dan ada kekuatan dalam tubuh kita, walaupun makannya hanya sedikit, cukup sederhana saja, jangan berlebihan," ingatnya lagi.

Menurutnya, terkadang masih banyak orang yang berpuasa, namun terlalu boros dan berlebihan, hal ini berarti tidak berpuasa, puasa tapi hanya menahan rukun-rukunnya saja, menahan dari yang dapat membatalkan puasa, namun menahan dari yang memboroskan harta belum bisa.

"Jadi jangan terlalu berlebihan, jika berlebihan jadi tidak indah lagi," pesannya.

Kedepan dirinya juga berharap, masyarakat dapat hidup hemat dan sederhana serta bisa menyeimbangkan diri.

"Jika diturut, semuanya mau, jadi sekarang ini bisa kita mengaturnya, jangan berlebihan juga," tukasnya.

Penulis: edwardi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved