Makanlah Makanan yang Halalan Toyyiban, Ini Maksudnya

KH Saiful Zohri mengatakan menkonsumsi makanan halal merupakan suatu keharusan bagi umat muslim.

Makanlah Makanan yang Halalan Toyyiban, Ini Maksudnya
bangkapos.com/Edwardi
Kegiatan buka puasa bersama di Masjid An Nur Sungailiat 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pada Bulan Ramadan biasanya banyak makanan dan minuman yang diperdagangkan untuk menjadi takjil atau menu untuk membatalkan puasa, mulai dari makanan berat hingga ala kadarnya. Namun sudahkah anda terpikir makanan yang kita santap itu halalan toyyiban?

Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangka, KH Saiful Zohri, Jumat (2/6/17) di Sungailiat mengatakan, menkonsumsi makanan halal merupakan suatu keharusan bagi umat muslim.

"Ada dua rentetan dalam bahasa agama tentang makanan ini, halal toyieb, halalan toyyibah," ungkapnya.

Baca: Makanan Berbuka Puasa Jangan Berlebihan, Dianjurkan Kurma atau Air Putih

Diuraikannnya, tidak semua makanan halal itu bagus.

Menurutnya, ada makanan halal, namun bagi sebagian orang tidak cocok baginya untuk dikonsumsi, seperti daging sapi, halal, tapi bagi orang yang darah tinggi hal tersebut tidak bagus.

"Jadi makanan atau minuman itu, halalan toyyieban, disamping halal, juga baik untuk kesehatan, hal tersebut yang diharapkan," kata Saiful Zohri.

Untuk itu, lanjut Saiful Zohri, untuk melihat kehalalan dan kebaikan pada makanan dan minuman, ada lembaga khusus yang dibentuk untuk mengurusi hal tersebut, dan meneliti makanan yang halal dan toyyiban.

"Ada LPOM Majelis Ulama Indonesia, itu lembaganya untuk mengurusi kehalalan makanan," katanya.

LPOM Majelis Ulama Indonesia ini merupakan lembaga pusat dan sesuai amanat MUI, dibentuk juga di setiap ibukota provinsi.

"LPOM ini hanya di provinsi, tidak di kabupaten atau kota. Fungsi kita di kabupaten atau kota untuk merekomendasi seperti misalnya wilayah-wiyaha tertentu perlu tentang LPOM ini," katanya.

Bisa dikatakan sambung Saiful Zohri, jika adanya keterangan dari LPOM MUI ini, jika yang berjualan bisa lebih laku dan dapat menjamin kehalalannya.

"Banyak untungnya dengan adanya LPOM MUI ini, masyarakat juga tidak ragu untuk membeli jika ada label atau keterangannya dari LPOM MUI ini," tukasnya.

Penulis: edwardi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved