BangkaPos/

Tanpa Verifikasi Disperindag, Ekspor Timah Babel Bisa Lolos di Bea Cukai

Selama ini ada sekitar dua tahun terakhir ke belakang justru sebagian besar kegiatan ekspor timah batangan tanpa melalui verifikasi dari disperindag

Tanpa Verifikasi Disperindag, Ekspor Timah Babel Bisa Lolos di Bea Cukai
Bangkapos/Hendra
Balok Timah-- Petugas PT BGR sedang melakukan pengecekan balok timah di ekspor. 

Laporan wartawan Bangka Pos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Kegiatan ekspor timah batangan di provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) selama dua tahun terakhir (2015-2016) dipertanyakan oleh pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bangka Belitung (Disperindag Provinsi Babel) soal legalitas kegiatan ekspor timah tersebut.

"Selama ini ada sekitar dua tahun terakhir ke belakang justru sebagian besar kegiatan ekspor timah batangan tanpa melalui verifikasi dari pihak kita (Disperindag Provinsi Bangka Belitung--red)," kata Kasi Perdagagan Luar Negeri Disperindag Provinsi Babel, M Nasirin didampingi sekretaris Disperindag Provinsi Babel, M Ayub, saat ditemui di kantor intansi setempat.

Padahal berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 33/M-DAG/PER/5/2015 tentang perubahan atas peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44/M-DAG/7/2015 tentang ketentuan ekspor timah, dalam peraturan Menteri Perdagangan itu diantaranya dijelaskan adanya keterlibatan pihak pemerintah provinsi dalam hal pelaksanaan verifikasi atau penelusuran teknis ekspor timah namun tidak mengurangi indepedency surveyor dalam melakukan verfikasi atau penelusuran teknis.

Lembaran kopian surat edaran Direktur Perdagangan Luar Negeri soal aturan ekspor timah.
Lembaran kopian surat edaran Direktur Perdagangan Luar Negeri soal aturan ekspor timah. (Bangkapos/Ryan Agusta)

"Nah dalam aturannya kan sudah jelas diterangkan seperti itu. Namun kenyataan di lapangan selama ini justru menyimpang atau di luar aturan yang telah ditetapkan dalam peraturan Menteri Perdagangan itu," kata Nasirin.

Saat disinggung apakah sejak dikeluarkanya peraturan Menteri Perdagangan tersebut pernah dilakukan sosialisasi ke pada tahun 2015 tersebut ke sejumlah intansi terkait lainnya termasuk intansi Bea dan Cukai maupun pihak kepolisian di daerah, sebaliknya justru pihaknya pun ditegaskan Nasirin malah sudah pernah melakukan rapat bersama dengan pihak atau intansi terkait.

"Kalau tanggapan dari pihak Bea Cukai waktu itu mereka (Bea dan Cukai--red) berpedoman kepada aturan yang ada di pihaknya," terangnya.

Namun yang menjadi persoalan saat ini justru kewenangan pihak Disperindag Provinsi Babel terkesan 'dilangkahi'.

Mirisnya lagi justru aparat kepolisian sendiri telah mengetahui peraturan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 33/M-DAG/PER/5/2015 tentang perubahan atas peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44/M-DAG/7/2015 tentang ketentuan ekspor timah.

"Logikanya jadi selama ini legalitas kegiatan ekspor timah batangan dari daerah kita ini legalitasnya seperti apa? Kan aturan mainnya sudah jelas bukan?!," sesalnya.

Halaman
123
Penulis: ryan augusta
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help