Isbat Nikah Membantu Masyarakat Dapatkan Buku Nikah

Program Isbat nikah bagi pasangan atau masyarakat yang telah menikah namun tidak mempunyai bukti

Isbat Nikah Membantu Masyarakat Dapatkan Buku Nikah
IST
Saiful Zohri 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Program Isbat nikah bagi pasangan atau masyarakat yang telah menikah namun tidak mempunyai bukti secara hukum negara.

Menurut Ketua MUI Bangka, H Saiful Zohri, program Isbat ini merupakan salah satu program yang sangat bagus dan dapat menolong pasangan suami istri yang telah menikah secara agama, namun tidak memiliki bukti atau akta nikahnya.

"Keinginan pak bupati kita sangat baik sekali, menolong masyarakatnya, sehingga memiliki bukti yang otentik," kata Saiful Zohri melalui rilis Pemkab Bangka.

Namun lanjut Saiful Zohri, mengeluarkan akta nikah ini berbeda dengan mengeluarkan akta kelahiran.

"Kalau akta kelahiran, lebih mudah, jika ada surat pengantar dari kelurahan atau desa, jika tidak ada akta nikah, bisa dikeluarkan dengan menggunakan nama ibu atau binti ibunya, atau jika akta nikahnya, nama bapaknya atau bin bapaknya, dan lebih mudahn karena pertanggungjawabannya hanya kepada negara," jelasnya,

Namun lanjut Saiful, untuk isbat nikah ada dua, yakni di satu sisi melalui hukum agama, di sisi lain hukum negara.

"Maka sebelum isbat nikah nanti, harus ada tim. Sesuai dengan surat edaran Mahkamah Agung nomor 1 tahun 2015 ada tiga lembaga khusus yang menanganinya, yakni Pemda, dalam hal ini Dukcapil, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama atau Mahkamah Syariah kalau di Aceh, ada Kemenang atau KUA-nya," jelasnya.

Diterangkannya lagi, tiga lembaga ini merupakan satu proses yang terpadu, bersama-sama, namun kemarin sudah ada Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kabupaten Bangka, jadi sebelum diarahkan ke pengadilan, semua persyaratannya harus dan sudah lengkap, tinggal Pengadilan Agama melakukan verifikasi.

"Cek data-datanya, terutama rukun-rukunnya, jadi bagi mereka yang melakukan isbat nikah nanti, pengadilan pasti bertanya, seperti rukun nikah ketikah menikah dulu, siapa walinya, atau ketika dia menikah, katakannya misalnya bapaknya masih ada, tiba-tiba bapaknya diam-diam, entah kakaknya, atau kakeknya menikahkan si anak tadi, itu nikahnya tidak sah, kecuali bapaknya mentaukilkan atau mewakilkan kepada anaknya karena sudah tua atau tidak mampu. Prioritaskan yang benar-benar membutuhkannya," katanya.

Untuk itu, Saiful berharap, ketika sudah didaftarkan untuk diverifikasi ke pengadilan, harus ada semua, mulai siapa walinya dan lainnya, jika tidak ada, pasti ditolak oleh pengadilan.

"Pihak penyelenggara harus mendekati ke KUA, tokoh-tokoh agama atau penghulu, karena mereka pasti menyaksikan ketika kejadian tersebut, jangan nanti, mereka buru-buru mau cepat, tapi tidak memenuhi syarat, tidak memenuhi rukun, tahu-tahu keluar buku nikahnya, ini secara hukum agama, kita sama-sama berdosa semuanya," tegas Saiful yang juga Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Bangka.

Pemerintah Kabupaten Bangka bekerjasama dengan IKadi rencananya akan berusaha membantu masyarakat yang tidak mempunyai buku nikah supaya diterbitkan buku nikahnya dengan melalui isbat nikah.

Bupati Bangka H. Tarmizi Saat dalam rapat koordinasi tentang dana hibah pelaksanaan isbat nikah, Rabu (31/5/17) yang lalu mengatakan Pemkab Bangka akan membantu dengan memberikan berupa kucuran dana hibah Rp 200 juta untuk dapat melaksanakan isbat nikah bagi masyarakat atau pasangan suami istri yang tidak mempunyai buku nikah.

"Masih banyak masyarakat kita yang tidak mempunyai akta nikah atau buku bikah sehingga kesulita untuk mengurus sejumlah keperluan, seperti naik haji, umroh, atau berhubungan dengan bank, jadi kita berusaha untuk membantu, namun jangan sampai terjadi pelanggaran atau temuan nantinya," ungkapnya.

Penulis: edwardi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help