Menikahlah Sesuai dengan Aturan Agama dan Negara

KH Saiful Zohri mengatakan, melakukan pernikahan itu harus sesuai dengan hukum agama dan negara.

Menikahlah Sesuai dengan Aturan Agama dan Negara
IST
Saiful Zohri 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangka  KH Saiful Zohri mengatakan, melakukan pernikahan itu harus sesuai dengan hukum agama dan negara.

Di Kabupaten Bangka ungkapnya masih banyak masyarakat yang menikah diam-diam.

"Di Kabupaten Bangka sendiri, akhir -akhir ini, banyak orang yang membuat buku nikah, menikah secara agama sudah, tapi hukum negaranya belum," ungkap Saiful Zohri, Jumat (2/6/17) melalui rilis Pemkab Bangka di Sungailiat.

Dituturkannya, sekarang ini masih banyak orang yang menikah diam-diam, namun ketika ingin mengurusi atau menikah ke lembaga atau Kantor Urusan Agama (KUA) ternyata persyaratannya belum memenuhi seperti kurang umur, sudah sedekah, baru lapor ke KUA dan lain sebagainya.

"Menikah itu ada aturannya, sepuluh hari sebelum hari menikah harus mendaftar, dan boleh menikah pada hari kesepuluh, kadang baru melapor tiga hari menjelang hari menikah, tidak dinikahkan, diam-diam menikah sendiri, dan hal tersebut melanggar Undang-Undang, tidak ada buku nikah akhirnya kan rugi merka sendiri," jelasnya.

Diuraikan Saiful Zohri, untuk menikah itu sangat mudah, dan faktor ekonomi bukan menjadi hambatan yang besar.

"Nikah di KUA itu gratis, tidak bayar, kecuali nikah di rumah, bayar, karena petugasnya pergi ke rumah orang, tetapi langsung ke PNPP, ke kas negara, ke bank, kalau yang lainnya tidak bayar, atau nikah di rumah, minta surat miskin atau apalah namanya, lampirkan, gak bayar juga, yang besar itu biaya resepsinya," kata Saiful Zohri.

Untuk itu Saiful Zohri menghimbau masyarakat untuk dapat menikah sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, secara agama dan negara.

Penulis: edwardi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help