BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Inspiring People

Mulkan, Berawal Dari PHL Tukang Foto Copy, Pengusaha Hingga Kini Menjadi Anggota Dewan

LELAKI ini berpenampilan sederhana, namun banyak menaruh simpatik dari berbagai kalangan

Mulkan, Berawal Dari  PHL Tukang Foto Copy, Pengusaha Hingga Kini  Menjadi Anggota Dewan
ist
Mulkan bersama anak dan istrinya 

BANGKAPOS.COM--LELAKI ini berpenampilan sederhana, namun banyak menaruh simpatik dari berbagai kalangan. Mulkan dilahirkan di Desa Pusuk Kecamatan Kelapa Bangka, yang kini merupakan Kabupaten Bangka Barat.

Mulkan lahir dari rahim Ibunda Tercinta, Almarhumah Hj Ropiah, 5 April 1974 silam. Ayahnya hanyalah seorang petani kecil, yang menghidupi sebelas orang anak. H Jatsri, sang ayah terpaksa banting tulang, rela menjadi penjual ikan keliling kampung di masa itu.

Semua itu dilakukan H Jatsri, agar Mulkan dan sepuluh orang kakak-adiknya dapat bertahan hidup. "Saya merupakan anak ke lima dari sebelas bersaudara," katanya.

mulkan3
mulkan3 (bangkapos.com/ferry laskary)

Ketika beranjak dewasa, Mulkan memberanikan diri hidup di kota. Dari Kampungnya di Desa Pusuk Kelapa, Mulkan mulai mengadu nasib di Sungailiat Bangka. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMEA Yapensu Sungailiat 1993 lalu, Mulkan memulai karir sebagai PHL Koperasi (Kokartis) PT TImah di Sungailiat.

"Dan saat itu saya hanyalah sebagai seorang tukang photo copy yang gajinya hanya tiga puluh ribu rupiah perbulan," kata Mulkan, mengenang kisahnya belasan tahun silam..

Namun Mulkan pantang menyerah. Hingga akhirnya dia dipertemukan pada seorang gadis pujaan hati di Sungailiat, Yusmiati. Pernikahan Mulkan dengan Yusmiati, membuahkan dua orang anak,
Jordi Varera dan Aulia Zagita.

Berkat kejujuran dan keuletanya, Mulkan mendapat berkah dari Allah SWT. Bisnis jual beli pasir timah yang dia tekuni membawa berkah. Mulkan pun terkenal menjadi pengusaha sukses, hingga mampu mendirikan pabrik peleburan timah (smelter) di masa itu.

"Namun itu cerita masa lalu, karena bisnis timah bukan lagi bisnis yang menjanjikan, sehingga sekarang saya memilih beralih kedunia pertanian perkebunan,," katanya.

Mulkan kemudian mencoba terjun ke dunia politik menggunakan kereta Partai Demokrat. Tak disangka-sangka, Pemilukada Bangka Tahun 2009 lalu, pria ini sukses meraih suara pantastis di dua kecamatan Pemali Bakam. "Waktu itu saya dapat tiga ribu suara dan dapat duduk sebagai anggota DPRD Bangka," katanya.

Lima tahun berlalu, Mulkan kembali mencalonkan lagi sebagai legislatif melalui Dapil yang sama, Pemali-Bakam. Lagi-lagi, suara dukungan yang dia peroleh di dua kecamatan yang sama semakin membengkak, 6.000 suara. "Tahun 2014 hingga kini, saya masih duduk sebagai wakil rakyat," katanya.

Halaman
1234
Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help