BangkaPos/

Petahana Ikut Pilkada, Potensi Kerawanan Daerah Dianggap Tinggi

Jadi apabila petahana itu mencalonkan diri dalam proses pilkada menurut Bawaslu itu dianggap potensi kerawanan

Petahana Ikut Pilkada, Potensi Kerawanan Daerah Dianggap Tinggi
bangkapos.com/nurhayati
Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Arif Rahman Hakim bersama Komisioner KPU RI Divisi Sosialisasi Pemilih Masyarakat dan SDM, Wahyu Setiawan, saat memberikan pengarahan kepada Anggota KPU dan Pegawai Sekretariat KPU Kabupaten Bangka, Sabtu (3/6/2017) di Sekretariat KPU Kabupaten Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Komisioner KPU RI Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Wahyu Setiawan menegaskan bahwa dalam peraturan KPU pasangan calon kepala daerah dilarang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) proses politik.

Selain itu juga dalam regulasi KPU sudah mengatur bahwa enam bulan sebelum pilkada maka dilarang bagi kepala untuk melakukan pergeseran aparatur birokrasi, begitu juga enam bulan setelah pilkada berlangsung.

"Artinya kita cukup progresif mengatur membatasi, kewenangan-kewenangan petahana supaya tidak terjadi penyalahgunaan wewenang," tegas Wahyu kepada bangkapos.com, Sabtu (3/6/2017) di Sekretariat KPU Kabupaten Bangka.

Namun diakuinya fakta membuktikan kerawanan utama pilkada khususnya terkait petahana adalah netralitas ASN. "Hal ini menjadi persoalan klasik di manapun," ungkap Wahyu.

Oleh karena itu KPU terus berkoordinasi dengan Kemendagri agar ada upaya preventif dan pemberian sanksi yang jelas jika petahana melibatkan ASN dalam pilkada.

Apalagi diakuinya, selama ini hal itu menjadi seperti rahasia umum tidak pernah ada sanksi yang tegas

Untuk itu lanjutnya, perlu terobosan dimanakah KPU juga berkoordinasi dengan Bawaslu agar masalah ini bisa menjadi perhatian Bawaslu juga.

"Jadi apabila petahana itu mencalonkan diri dalam proses pilkada menurut Bawaslu itu dianggap potensi kerawanan di daerah itu dianggap tinggi. Jadi salah satu indikator potensi kerawanan adalah pelibatan petahana dalam pilkada itu," beber Wahyu.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help