Rumah Mewah Juragan Warteg Akhirnya Rata dengan Tanah

Tak ada lagi bangunan angkuh mencolok di tengah jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi III, Desa Sidikaton, Dukuhturi, Kabupaten Tegal.

Rumah Mewah Juragan Warteg Akhirnya Rata dengan Tanah
Tribun Jateng
Rumah megah juragan warteg masih berdiri kokoh di proyek jalan tol Pejagan-Pemalang Seksi III, Desa Sidakaton, Tegal, Selasa (16/5/2017). TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO 

BANGKAPOS.COM, SLAWI - Tak ada lagi bangunan angkuh mencolok di tengah jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi III, Desa Sidikaton, Dukuhturi, Kabupaten Tegal.

Rumah mewah dua tingkat berkelir merah muda milik juragan warteg Sanawi itu rata dengan tanah, menyisakan gundukan puing-puing pada Jumat (2/6/2017).

Sanawi membongkar rumahnya sendiri menyusul kasasi yang dilayangkan pengacaranya beberapa waktu lalu ditolak oleh Mahkamah Agung.

rumah juragan warteg 2
rumah juragan warteg 2 ()

Rumah juragan warteg Sanawi di tengah jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi III, Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Jumat (2/6/2017), sudah rata dengan tanah. TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO (Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto)

Sebelum ke MA, pemilik sejumlah warteg di Jakarta itu mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Slawi, Kabupaten Tegal. Lantaran ditolak karena gugatannya kedaluwarsa, Sanawi mengajukan kasasi.

Sanawi tak terima mendapat ganti rugi dengan nilai yang ditawarkan tim appraisal pembebasan lahan jalan tol.

"Pak Sanawi sudah menerima ganti rugi sesuai dengan nilai dari tim appraisal. Keputusan MA sudah incraht, sehingga rumah harus dibongkar," kata Pejabat Pembuat Komitmen Pembebasan Lahan Pejagan-Pemalang, Sularto.

Sanawi yang kesehariannya di Jakarta itu meminta ganti rugi hampir Rp 3 miliar untuk rumahnya tersebut. Sedangkan tim appraisal menilai harga rumahnya sebesar Rp 1,5 miliar.

Sementara itu Pimpinan Proyek PT Pejagan Pemalang Toll Road, Mulya Setiawan, mengatakan Sanawi sempat meminta penundaan pembongkaran selama dua hari.

"Kami tanya alasannya apa. Kalau soal kekurangan tenaga, pekerja kami bisa dikerahkan membantu untuk ikut membongkar. Bila perlu alat berat juga dikerahkan," tegas Mulya.

Halaman
12
Editor: edwardi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help