BangkaPos/

Gagal Penjarakan Bapaknya, Anak dan Menantu Minta Preman Kuasai Lahan

sudah lapor Polda terus dilimpahkan ke Polres Tangerang tapi kaya tidak ada tanggapan padahal itu aksi premanisme,

Gagal Penjarakan Bapaknya, Anak dan Menantu Minta Preman Kuasai Lahan
Rangga Baskoro
Johanes menangis usai sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (27/4). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Masih ingat Johanes (60)? Seorang bapak yang digugat Rp 10 miliar oleh anak dan menantunya yang bernama Robert dan Jessica.

Pada tanggal 27 April silam, ia dinyatakan tidak bersalah dan terbebas dari ancaman hukuman pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan terkait dugaan pelanggaran terhadap Pasal 372 dan 377 KUHP tentang Penggelapan, oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Pasca divonis tidak bersalah, kini dirinya kembali harus menelan pil pahit lantaran anak dan menantunya seakan belum puas menyakitinya.

Kali ini pria berusia 60 tahun itu justru dihadapkan dengan preman yang ditugaskan Jesica menduduki tanahnya di Jalan Adi Sucipto Nomor 7 RT 03 RW 10, Belendung, Benda, Kota Tangerang, Banten.

Padahal di tanah dan bangunan itu dirinya menggantungkan harapan untuk mencari makan.

"Mau masuk ke tanah saya pintu gerbangnya di kunci dari dalam sama preman. Listrik di situ juga sudah diputus. Saya bingung, sudah lapor Polda terus dilimpahkan ke Polres Tangerang tapi kaya tidak ada tanggapan padahal itu aksi premanisme," kata Johanes.

Ia menyatakan tak bisa memasuki area yang menjadi miliknya sebab banyak preman yang berkeliaran di dalam area tanah tersebut.

Bahkan anak buahnya pun enggan memasuki area karena takut dipukuli.

"Diberi police line saja tidak, itu tanah saya. Saya nggak bisa masuk ke tanah saya karena banyak preman disana. Anak buah saya yang bekerja disana aja diusirin keluar semua. Saya minta polisi bertindaklah masa masih aja dibiarkan preman buat nakutin dan dudukin lahan orang," harap Johanes.

Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Tangerang AKBP Arlon mengatakan, saat ini pihaknya tengah memproses lapotan Johanes.

Dia pun menampik soal keberadaan preman di lokasi tanah yang dilaporkan Johanes.

"Masih kita tindak lanjuti itukan masih berproses. Itu masalah tanah masih berproses. (Kalau preman) sampai sekarang belum ada itu," ujar dia. (m8)

Editor: Hendra
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help